Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Krayan Selatan Masuk Wilayah PKNS, BNPP RI Petakan Potensi dan Tantangan

Asrullah RT • Kamis, 13 November 2025 | 14:25 WIB
INVENTARIS : Asdep Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKPD) BNPP RI, saat berkunjung di Krayan Selatan dan Kayan Hulu, Malinau
INVENTARIS : Asdep Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKPD) BNPP RI, saat berkunjung di Krayan Selatan dan Kayan Hulu, Malinau

NUNUKAN - Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (Asdep PKPD) Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)

melaksanakan peninjauan ke Kecamatan Selatan Kecamatan dan Kayan Hulu, Malinau. Dua kecamatan ini menjadi delineasi Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN).

Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat BNPP RI, Brigjen TNI Topri Daeng Balaw menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk memetakan potensi wilayah serta mengidentifikasi kebutuhan dasar masyarakat di kawasan perbatasan.

Ini fokus pengembangan pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan dan konektivitas antarwilayah.

Dan kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari upaya BNPP RI untuk melihat langsung kondisi eksisting di lapangan dan menilai sejauh mana kesiapan kecamatan yang masuk dalam delineasi PKSN.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan bahwa arah kebijakan pembangunan di kawasan perbatasan benar-benar berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat, terutama dalam hal infrastruktur dasar, pelayanan publik, serta potensi ekonomi lokal,” ucap
Brigjen TNI Topri Daeng Balaw.

Dijelaskan, di sektor pemerintahan, Kantor Kecamatan Kayan Selatan belum memiliki Balai Pertemuan Umum dan masih kekurangan staf serta fasilitas kerja.

Kemudian, layanan dasar seperti listrik hanya tersedia 12 jam setiap malam melalui pasokan PLN yang ditopang sumber energi alternatif seperti PLTS dan PLTA yang belum optimal.

"Di bidang ekonomi, masyarakat setempat memiliki potensi produksi beras ladang dan kakao. Namun hasil panen sebagian besar hanya untuk konsumsi pribadi karena kesulitan akses pemasaran," bebernya.

Dari sisi pendidikan, terdapat 4 PAUD/TK, 4 SD, 3 SMP, dan 1 SMA. Kondisi ini diperlukan peningkatan dan perbaikan untuk beberapa fasilitas. Seperti kekurangan toilet, perpustakaan rusak dan minimnya rumah dinas guru.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat di perbatasan menjadi prioritas pemerintah. Karena itu, BNPP RI akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan kementerian dan lembaga terkait.

Kunjungan ke Kayan Selatan menjadi cerminan komitmen BNPP RI untuk hadir langsung di tengah masyarakat perbatasan.

Melalui identifikasi potensi dan permasalahan di lapangan, pemerintah dapat menyusun langkah strategis yang lebih akurat dan tepat sasaran dalam mewujudkan kawasan perbatasan yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.

"Dengan pendekatan kolaboratif serta sinergi lintas sektor, BNPP RI optimistis bahwa penguatan kawasan perbatasan seperti Kayan Hulu dan Kayan Selatan akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah terdepan Indonesia," pungkasnya. (akz)

Editor : Azwar Halim
#bnpp #kaltara #nunukan #PKNS #krayan