NUNUKAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terus berbenah guna menguatkan pengawasan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN). Itu dibuktikan melalui Sistem Pengawasan Terpadu Netralitas ASN (Sipatenas).
Kepala Sekretariat Bawaslu Kaltara Drs. Feri Mulya Siagian menyampaikan untuk pengawasan terhadap ASN, pihaknya menyiapkan Sipatenas. Dengan ini akan membantu pengawasan netralitas ASN yang berseliweran di media sosial.
"Sistem yang digunakan scrolling sistem. Akan ada beranda, di beranda media sosial ASN yang terduga melanggar netralitas maka. Begitu masuk data dari Facebook maupun dari Instagram maka akan di-crol itu adalah terduga," ucap Feri Mulya Siagian, Selasa (11/11).
Dijelaskan, hadirnya Sipatenas harus disosialisasikan ke ASN lingkungan Pemkab Nunukan. Dan langkah awal berjalan di Nunukan bersama Bawaslu Nunukan. Baginya, ASN harus memahami aturan netralitas ASN agar tidak terjebak.
"Sifatnya mensosialisasikan ke ASN dan seluruh masyarakat dan stakeholder. Kegiatan itu juga mendukung proyek perubahan saya dalam bahan saya dalam mengikuti Diklat PIM 2 PKN 2 Nasional di BPSDM Jawa Barat," tambahnya.
Sementara, Ketua Bawaslu Nunukan Moch Yusran menambahkan potensi pelanggaran banyak terjadi di media sosial. Dan kesulitan yang dialami yakni mendeteksi narasi, audio, visual dan subjek-subjek yang ada di media sosial.
"Misalkan mendukung salah satu calon atau komen-komentar sifat partisan ini kita lebih mudah di dalam menemukan potensi pelanggaran. Sehingga apa supaya kita memaksimalkan penindakan," jelasnya.
Ia menegaskan, sebelumnya juga melakukan penindakan upaya pencegahan dilakukan itu lebih maksimal. Sebab, selama Bawaslu tidak hanya menunggu laporan. Adanya sistem ini Bawaslu lebih maksimalkan upaya-upaya menemukan dan pelanggaran yang terjadi di ASN.
"Adanya Sipatenas ini sebagai upaya yang kita harapkan nanti bisa menjadi efek jerah. Dan ini juga kan dampaknya pada pencegahan. Dan yang lain juga akan lebih tenang bekerja. Teman-teman ASN kan banyak sebenarnya yang baik dan profesional. Tetapi karena situasinya dan kondisinya dan lemahnya mungkin pengawasan termasuk kami maka mereka akhirnya terjebak pada satu situasi telematis yang seperti kita ketahui. Ini sangat baik dan kami akan sangat terbantu dengan program yang dikembangkan oleh Kepala Sekretaris Provinsi Bawaslu Kaltara," pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim