Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Warga Lumbis Bertaruh Nyawa di Sungai, DPRD Desak Akses Darat Dibangun

Riko Aditya • Senin, 10 November 2025 | 18:09 WIB
DOK RADAR TARAKAN KONDISI SUNGAI: Sungai yang penuh dengan jeram menjadi tantangan masyarakat lumbis dalam beraktivitas sehari-hari
DOK RADAR TARAKAN KONDISI SUNGAI: Sungai yang penuh dengan jeram menjadi tantangan masyarakat lumbis dalam beraktivitas sehari-hari

NUNUKAN - Arus deras dan jeram tajam di sungai menjadi jalur utama warga pedalaman Lumbis untuk keluar-masuk kampung. Setiap perjalanan berarti taruhan nyawa, namun tak ada pilihan lain, begitu lah kondisi yang mendorong Anggota DPRD Nunukan, Donal, mendesak pemerintah daerah segera membuka akses jalan darat menuju wilayah pedalaman di perbatasan itu.

Selama ini, masyarakat Lumbis, terutama di Kecamatan Lumbis Ogong, Lumbis Hulu, dan Lumbis Pensiangan, hanya bisa mengandalkan perahu untuk beraktivitas. Mereka harus menempuh perjalanan berjam-jam ke pasar, sekolah, maupun fasilitas kesehatan. Saat sungai meluap, perjalanan bisa berujung maut.

“Sudah banyak warga kehilangan nyawa karena jeram. Semua kebutuhan mereka bergantung pada sungai, sementara biaya BBM untuk transportasi air juga sangat mahal,” ujar Donal ketika diwawancarai soal reses di Kelompok Ubol, Lumbis Ogong, Senin (10/11).

Menurut Donal, keterisolasian itu membuat roda ekonomi masyarakat tidak berputar. Sebagian besar warga menggantungkan hidup dengan mencari gaharu, hasil hutan yang tidak selalu memberi kepastian penghasilan. Sementara potensi alam Lumbis sebenarnya cukup besar jika ada akses darat yang memadai.

“Kalau ada jalan darat, masyarakat bisa membuka kebun sayur, buah, jagung, sawit, atau ubi kayu. Mereka tidak lagi hanya berharap pada gaharu yang hasilnya tidak menentu,” ungkap Donal.

Donal menilai, pembukaan jalan dari Mansalong menuju Desa Payang sepanjang 10 kilometer yang kini sudah ada bisa menjadi titik awal pengembangan. Jika jaringan jalan diperpanjang hingga ke Lumbis Ogong dan Labang, dirinya yakin kesejahteraan warga akan meningkat signifikan.

“Jalan darat itu bukan hanya soal akses, tapi juga masa depan ekonomi masyarakat. Dengan jalan, mereka bisa menjual hasil kebun, mengangkut bahan pokok, bahkan mengakses layanan kesehatan lebih cepat,” kata Donal.

Meski wilayah Lumbis masih kekurangan infrastruktur dasar seperti listrik dan air bersih, Donal menyebut masyarakat tetap paling vokal menuntut jalan darat. Apalagi di kawasan itu kini sedang dibangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang seharusnya didukung dengan infrastruktur memadai.

“Jalan darat adalah kebutuhan mendesak. Tanpa itu, pembangunan lain tidak akan terasa manfaatnya. Pemerintah harus menempatkan Lumbis sebagai prioritas, bukan sekadar perbatasan di peta,” tegasnya. (raw)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #nunukan #Lumbis #dprd