Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Gerak Cepat, BPBD Nunukan Bangun Jembatan Darurat di Desa Sungai Limau, Sebatik Tengah

Asrullah RT • Jumat, 7 November 2025 | 15:09 WIB
TERPUTUS: Kondisi jembatan di RT 14, Desa Sungai Limau, Sebatik Tengah ambruk akibat arus sungai deras membuat abrasi.
TERPUTUS: Kondisi jembatan di RT 14, Desa Sungai Limau, Sebatik Tengah ambruk akibat arus sungai deras membuat abrasi.

NUNUKAN - Akses jembatan di RT 14, Desa Sungai Limau, Sebatik Tengah yang terputus akibat cuaca ekstrem kini ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan. Rencananya, pembangunan jembatan darurat dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Kepala BPBD Nunukan Arief Budiman menyampaikan pihaknya telah turun langsung ke lokasi kejadian. Dan saat ini personel BPBD Nunukan bergerak menyiapkan bahan untuk pembangunan jembatan darurat.

"Sementara disiapkam bahan untuk jembatan daruratnya. Saya baru pulang dari lokasi," ucap Arief Budiman kepada Radar Tarakan, Jumat (7/11).

Dijelaskan, rencana pembangunan jembatan darurat lokasinya tak jauh dari jembatan yang ambruk. Jembatan darurat ini dibangun agar mobilitas orang dan barang tetap berjalan.

"Lokasinya dekat jembatan yang putus. Karena sungainya agak dangkal jadi anak sekolah dan warga lewat disitu tadi," jelasnya.

Ia mengakui, jembatan darurat yang akan dibangun tidak hanya dapat dilalui masyarakat saja. Tetapi, kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Dengan begitu aktivitas masyarakat dapat berjalan.

"Rencana mau dibuat jembatan darurat untuk warga dan sepeda motor. Dan akses jalan baru untuk kendaraan roda 4. Ada dekatan jembatan yang putus sekitar 20 meteran dari longsoran sungainya agak dangkal," bebernya.

Untuk diketahui, akses jembatan di RT 14, Desa Sungai Limau, Sebatik Tengah terputus pada Kamis (6/11) dini hari. Kondisi ini berimbas pada aktivitas belajar siswa-siswi di MI Darul Furqan sehingga diliburkan.

Dan akses ini digunakan sekitar 23 kepala keluarga. Kemudian diarea tersebut ada sekolah MI Darul Furqan dengan jumlah siswa 50 orang.

"Jembatan terputus akibat abrasi dibagian bawah jembatan dikarenakan arus air sungai yang cukup deras," pungkasnya. (akz)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #bpbd #nunukan #jembatan darurat #Sebatik Tengah