NUNUKAN - Puluhan murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Furqon di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, terpaksa meliburkan diri usai jembatan penghubung menuju sekolah mereka ambruk diterjang banjir pada Rabu (5/11) malam.
Peristiwa ini membuat kegiatan belajar mengajar lumpuh total di kawasan tapal batas tersebut.
Kepala MI Darul Furqon, Adnan Lolo, menceritakan suasana haru yang menyelimuti para siswanya setelah melihat kondisi jembatan yang hancur.
Menurutnya, anak-anak hanya bisa duduk termenung di tepi jalan sambil memandangi sisa material jembatan yang terbawa arus.
“Anak-anak sedih sekali, mereka tidak bisa bersekolah karena satu-satunya jembatan menuju sekolah runtuh. Kami hanya bisa berharap bantuan segera datang,” ungkap Adnan ketika dikonfirmasi, Kamis (6/11).
Adnan menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya memiliki 57 murid, dibimbing oleh 7 guru dan 2 staf administrasi. Sebagian besar siswa merupakan anak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tinggal di sekitar perbatasan Malaysia.
Setiap hari mereka biasanya berangkat sejak pagi buta agar tidak terlambat masuk sekolah. Namun kini, akses satu-satunya itu putus total akibat banjir.
“Kami sudah melaporkan kondisi ini ke Pemerintah Daerah. Untuk sementara, sekolah diliburkan sampai jembatan diperbaiki. Tidak ada jalan alternatif lain,” kata Adnan.
Dirinya pun berharap Pemkab Nunukan segera memperbaiki jembatan demi kelancaran pendidikan dan aktivitas ekonomi warga sekitar.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Dapil Sebatik , Andre Pratama, meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera turun tangan menangani kerusakan tersebut.
Ia menegaskan, jembatan di Jalan Sinta, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah itu memiliki peran vital, bukan hanya bagi akses pendidikan, tetapi juga menjadi jalur utama bagi petani kelapa sawit mengangkut hasil panen.
“Jembatan ini sangat urgen. Pemerintah harus segera mengalokasikan anggaran tanggap darurat (BTT) untuk perbaikan secepatnya,” tegas Andre.
Selain itu, Andre juga mendorong Pemkab Nunukan melakukan inventarisasi kerusakan akibat cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Dirinya juga menyarankan agar dibuat jembatan darurat sebagai solusi sementara sebelum perbaikan permanen dilakukan.
“DPRD akan turun langsung ke lapangan untuk mendengar keluhan masyarakat dan memastikan langkah cepat pemerintah berjalan,” bebernya. (raw)
Editor : Azwar Halim