NUNUKAN - Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) melalui Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan melaksanakan uji coba pengukuran Indeks Pembangunan Kawasan Perbatasan (IPKP) dan meninjau kondisi terkini Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik.
Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP RI, Mayjen TNI (Purn) Ramses Limbong bersama tim BNPP RI meninjau titik strategis di perbatasan Indonesia–Malaysia. Seperti Pilar Batas Negara (PBN) 02 di Desa Aji Kuning, Sebatik Tengah.
Diketahui, lokasi ini sering dimanfaatkan sebagai jalur tidak resmi untuk aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menilai, kondisi ini menunjukkan pentingnya pengaktifan PLBN Sebatik sebagai solusi jangka panjang bagi kelancaran aktivitas lintas batas secara legal dan aman.
“Masyarakat Sebatik Tengah berharap agar PLBN Sebatik dapat segera dioperasionalkan dan dilengkapi dengan pos darat untuk pengguna Pas Lintas Batas. Hal ini penting agar aktivitas warga tidak lagi bergantung pada jalur pelabuhan di Nunukan yang relatif jauh,” ucap Mayjen TNI (Purn) Ramses Limbong.
Dijelaskan, peninjauan ke PLBN Sebatik, sebagai bagian dari upaya BNPP RI dalam melakukan pemantauan kondisi eksisting serta memperkuat koordinasi lintas sektor di kawasan perbatasan.
Ia menegaskan bahwa BNPP RI berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang berkeadilan bagi masyarakat perbatasan.
“Pembangunan di kawasan perbatasan bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga tentang pemerataan kesejahteraan dan penguatan identitas nasional. BNPP RI akan terus hadir memastikan masyarakat perbatasan merasakan manfaat pembangunan secara nyata,” tutupnya. (akz)
Editor : Azwar Halim