Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Cosplay Jadi 'Orang Pintar' Lakukan Penipuan Guna Perdaya Korbannya, Sasar Lansia Raup Ratusan Juta

Asrullah RT • Sabtu, 1 November 2025 | 19:01 WIB
PIAWAI : Pelaku saat mempraktikkan ritual yang dilakukan untuk mengusir roh jahat dari korban menggunakan emas korban dan peralatan yang disiapkan pelaku
PIAWAI : Pelaku saat mempraktikkan ritual yang dilakukan untuk mengusir roh jahat dari korban menggunakan emas korban dan peralatan yang disiapkan pelaku

NUNUKAN - Aksi penipuan yang dilakukan seorang wanita berinisial NU (35) sejak 2024 lalu dihentikan jajaran Polsek Nunukan. Pelaku di bekuk atas lima laporan polisi (LP) dari para korban pada 13 dan 14 Oktober 2025.

Kapolsek Nunukan Kota, Iptu Disko Barasa menceritakan NU melakukan penipuan dengan modus sebagai orang pintar yang mampu mengobati korban dan mengusir roh jahat dari para korbannya.

Dan untuk memuluskan langkahnya, calon korban yang menjadi incarannya merupakan lanjut usia (lansia).

"Jadi pelaku ini mengaku mampu mengobati korban. Dengan ritual yang dilakukan menggunakan keris, sebuah botol campuran kimia untuk meyakinkan korban saat beraksi," ucap Barasa, kemarin.

Dijelaskan, calon korbannya baik yang datang dan yang ia sambangi diminta menggunakan emas.pelaku meminta kepada para korban untuk menyiapkan perhiasan emas sebagai sarana atau media yang akan digunakan pelaku dalam melakukan ritual pengobatan.

Perhiasan emas milik korban tersebut nantinya akan disucikan terlebih dahulu pelaku dengan cara direndam didalam wadah galas yang berisi air bening, lalu air tersebut disemprotkan cairan kimia.

Setelah itu warna air akan berubah menjadi kehitaman. Selanjutnya perhiasan emas diambil lalu dimasukkan kedalam sebuah wadah kotak atau dompet kecil, lalu dibungkus menggunakan kain berwarna kuning sebagai penangkal roh jahat.

"Pada saat pelaku melakukan pembungkusan perhiasan emas, saat itu juga pelaku secara cepat cepat mengganti perhiasan emas milik para korban dengan emas imitasi. Sehingga yang dibungkus oleh pelaku bukan lagi perhiasan emas milik para korban. Namun emas imitasi yang sudah disiapkan oleh pelaku tanpa sepengetahuan dari para korban," jelasnya.

Aksi pelaku tak berhenti sampai disitu, pelaku kembali memberikan doktrin kepada para korban bahwa bungkusan tersebut tidak boleh dibuka orang lain selain pelaku sendiri.

Apabila ada orang lain yang membuka bungkusan tersebut maka pelaku tidak akan menanggung akibat yang akan terjadi kepada para korban.

"Sehingga para korban tidak ada yang berani membuka bungkusan tersebut. Hingga akhir, satu korban merasa curiga dan memutuskan untuk membuka kotak tersebut. Saat dibuka, ternyata isinya batu kerikil dan perhiasan imitasi," bebernya.

Kemudian, dihadapan penyidik, NU mengakui bahwa emas yang diperoleh dari para korbannya telah digadaikan. Hasil penggadaian emas korban selain dinikmati sendiri, pelaku mengirimkan uang tersebut ke sang guru yang tidak diketahuinya keberadaan.

"Jadi NU ini sebelumnya sudah belajar di Palembang bersama 13 orang lain pada 2012 silam. Namun, NU baru beraksi pada 2024 karena didesak sang guru untuk mengirimkan uang. Jika tidak mengirimkan uang, NU diancam akan jadi tumbal. Selain itu, uang tersebut juga digunakan untuk judi online. Total uang dari hasil penipuan yang dilakukan sekitar Rp 406 juta," pungkasnya. (akz)

Editor : Azwar Halim
#cosplay #kaltara #lansia #nunukan #penipuan #Orang Pintar