NUNUKAN – Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah, menekankan pentingnya pengawasan dan pemeliharaan berkelanjutan terhadap proyek infrastruktur yang telah dibangun di daerah.
Hal itu disampaikan Arpiah ketika dikonfirmasi hasil peninjauan langsung hasil rehabilitasi Jembatan Jerambah Tanjung di RT 24, Kelurahan Nunukan Barat, Selasa (29/10) kemarin.
“Secara keseluruhan hasil pekerjaan rehabilitasi jembatan ini sudah cukup baik, masyarakat juga sudah mulai memanfaatkannya. Tapi ke depan, yang perlu benar-benar diperhatikan adalah aspek pemeliharaannya,” ujar Arpiah ketika diwawancarai, Jumat (31/10).
Menurutnya, banyak infrastruktur di Nunukan yang sudah selesai dikerjakan dengan baik, namun tak lama kemudian rusak karena tidak ada tindak lanjut pemeliharaan. Dirinya menilai hal itu sering terjadi akibat lemahnya koordinasi antara pelaksana proyek dan pihak yang bertanggung jawab setelah pekerjaan rampung.
“Kami di DPRD sering turun ke lapangan dan menemukan kondisi seperti itu. Proyeknya bagus waktu baru selesai, tapi beberapa bulan kemudian sudah rusak karena tidak dirawat. Ini yang perlu diperbaiki ke depan,” tegasnya.
Arpiah menjelaskan, rehabilitasi Jembatan Jerambah Tanjung merupakan hasil aspirasi masyarakat yang disampaikan saat masa reses dan kemudian diperjuangkan agar masuk dalam program pembangunan daerah tahun ini. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena menjadi penghubung utama aktivitas warga, baik untuk keperluan ekonomi maupun sosial.
“Jembatan ini memang kecil, tapi perannya besar. Banyak warga yang setiap hari melintas untuk bekerja, berdagang, dan beraktivitas sosial. Jadi, kami ingin memastikan kualitasnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dirinya juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap proyek infrastruktur akan terus dilakukan oleh DPRD, tidak hanya di tahap perencanaan dan pembangunan, tetapi juga setelah selesai dikerjakan.
Langkah ini, kata Arpiah, menjadi bagian dari tanggung jawab moral dan politik DPRD dalam memastikan anggaran daerah benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin pembangunan hanya berhenti di seremoni peresmian. Kami akan terus awasi agar semua proyek benar-benar digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” bebernya.
Arpiah pun mengajak warga sekitar untuk turut menjaga fasilitas publik tersebut, sebab jika warga ikut menjaga, umur jembatan dipastikan bisa panjang. Setelah Pemerintah membangun, DPRD pasti mengawal, namun keberlanjutan manfaatnya sangat tergantung pada kesadaran masyarakat.
Editor : Azwar Halim