Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bocah SD di Sebatik Timur Terjepit Resleting, Damkar Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi

Riko Aditya • Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:23 WIB
DOK DISDAMKARTAN NUNUKAN MEMBANTU MASYARAKAT: Petugas Disdamkartan Sebatik Timur saat berusaha menolong bocah yang kemaluannya terjepit resleting
DOK DISDAMKARTAN NUNUKAN MEMBANTU MASYARAKAT: Petugas Disdamkartan Sebatik Timur saat berusaha menolong bocah yang kemaluannya terjepit resleting

NUNUKAN - Seorang anak laki-laki berinisial AMZ (9), siswa kelas 3 SD di Kecamatan Sebatik Timur, mengalami insiden tak terduga yang membuat keluarganya panik.

Resleting celana yang dikenakannya tiba-tiba menjepit bagian sensitif tubuhnya hingga ia tak mampu melepaskannya sendiri. Kejadian itu terjadi Rabu (15/10)

Komandan Pleton (Danton) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartar) sektor Sebatik Timur, Dwi Subakti menerangkan, dari keterangan keluarga, AMZ baru saja pulang sekolah dan bersiap berangkat mengaji.

Diduga karena terburu-buru, saat membuka celana, resleting tersangkut dan menjepit bagian kemaluan. Rasa sakit membuat bocah tersebut menangis dan tidak berani bergerak.

"Jadi orang tuanya juga panik melihat kondisi anak mereka, tidak ingin mengambil risiko, keluarga akhirnya menghubungi petugas kami," ujar Dwi ketika dikonfirmasi, Kamis (16/10).

Dwi mengaku, personelnya langsungmengonfirmasi penerimaan laporan tersebut dan mengirim tim rescue ke lokasi.

Setibanya di rumah korban, tim segera melakukan penanganan. Karena bagian tubuh yang terjepit sangat sensitif, proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Petugas membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk melepaskan resleting yang menjepit.

Dwi menjelaskan bahwa seluruh proses dilakukan tanpa tindakan yang membahayakan anak.

“Alhamdulillah, evakuasinya berjalan lancar tanpa menimbulkan luka,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan bahwa kondisi korban kini stabil dan sudah dapat beraktivitas kembali setelah penanganan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa insiden rumah tangga seperti ini bisa terjadi kapan saja, terutama pada anak-anak yang belum memahami risiko penggunaan pakaian dengan resleting.

Dwi berharap kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi orang tua agar lebih waspada.

“Kami doakan adik AMZ tumbuh sehat dan menjadi anak yang saleh,” tutupnya. (raw).

Editor : Azwar Halim
#kaltara #nunukan #damkar