Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jumlah Kendaraan Meningkat di Nunukan, tapi Realisasi Penerimaan Pajak Rendah

Asrullah RT • Rabu, 8 Oktober 2025 | 16:56 WIB

 

IST  SOSIALISASI : UPTD Bapenda Kelas A Nunukan saat sosialisasi pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor PKB kepada pengendara
IST SOSIALISASI : UPTD Bapenda Kelas A Nunukan saat sosialisasi pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor PKB kepada pengendara

NUNUKAN - Pertumbuhan kendaraan di Nunukan tidak sejalan dengan capaian penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB). Tercatat hingga Oktober 2025 capaian PKB masih dibawah angka 50 persen.

Kepala UPDT Bapenda Kelas A Nunukan, Saifullah Djamal menyampaikan berdasarkan data dari UPTD Bapenda Kelas A Wialayah Nunukan capaian PKB hingga saat ini sebesar 39,15 persen.

"Berdasarkan data dari UPTD Bapenda Kelas A Wilayah Nunukan per 3 Oktober 2025, realisasi penerimaan PKB baru mencapai sekitar 39,15 persen atau Rp 6,26 miliar dari target Rp 16 miliar," ucap Saifullah Djamal, kemarin.

Dijelaskan, untuk bea balik nama kendaraan Bermotor (BBNKB) tercatat 31,86 persen atau sekitar Rp 7,64 miliar dari target Rp 24 miliar.

"Untuk pajak air permukaan (PAP) sudah mencapai 89,64 persen, dan Pajak Alat Berat (PAB) sebesar 49,55 persen. Untuk Opsen MBLB (Bahan Bakar), realisasi juga masih rendah di angka 19,11 persen," sebutnya.

Ia menegaskan, secara umum capaian penerimaan pajak kendaraan bermotor 2025 di Nunukan masih belum mencapai target yang ditetapkan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan jumlah kendaraan yang ada terus bertambah.

"Meskipun jumlah kendaraan mengalami peningkatan, penerimaan justru menurun akibat adanya kebijakan insentif fiskal daerah yang menurunkan tarif PKB dari 1,2 persen menjadi 0,8 persen. Kondisi ini berdampak langsung terhadap realisasi penerimaan yang baru berada di bawah separuh dari target hingga awal Oktober 2025," ungkapnya.

Dirincikan, jenis kendaraan yang paling besar memberikan kontribusi terhadap penerimaan pajak di wilayah Nunukan didominasi kendaraan roda dua (R2) sebanyak 18.984 unit. Selanjutnya, kendaraan roda empat (R4) sebanyak 2.916 unit.

Serta, kendaraan roda tiga (R3) sebanyak 3 unit, dan alat berat (AB) sebanyak 125 unit. "Ada beberapa kendala dihadapi dalam optimalisasi pungutan pajak kendaraan. Diantaranya, masih banyak wajib pajak yang tidak memiliki dokumen kendaraan lengkap, seperti BPKB," jelasnya.

Dengan kondisi ini pihak tidak tinggal diam. Sejumlah upaya dilakukan agar realisasi penerimaan pajak sesuai target yang telah ditetapkan. Adapun langkah yang dilakukan yakni meningkatkan kepatuhan masyarakat.

Kemudian, Bapenda bersama sejumlah instansi terus melakukan berbagai upaya. Seperti kegiatan pemeriksaan pajak kendaraan bermotor (P2KB) yang melibatkan Satlantas Polres Nunukan, PT Jasa Raharja, Dispenda, Dishub hingga Satpol PP.

"Kita melakukan pendekatan door to door untuk mengingatkan wajib pajak yang telah jatuh tempo. Kemudian, penyampaian pemberitahuan melalui pesan WhatsApp. Selain itu, Bapenda juga melaksanakan kunjungan langsung dan pelayanan keliling bersama pihak kepolisian untuk masyarakat di daerah pedalaman yang jauh dari pusat layanan," pungkasnya. (akz)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #rendah #penerimaan pajak #nunukan