NUNUKAN - Proses evakuasi seekor ular sanca kembang sepanjang 3,5 meter di Dermaga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik, berlangsung menegangkan.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Nunukan harus berjibaku selama hampir dua jam sebelum akhirnya berhasil mengevakuasi hewan liar tersebut, Minggu (28/9).
Peristiwa itu bermula ketika seorang anak buah kapal (ABK) bernama Totti (45) tengah memeriksa mesin kapal barang rute Sebatik–Malaysia sekitar pukul 09.00 WITA. Dirinya terkejut mendapati seekor ular besar melilit erat di bagian mesin yang sedang panas.
Mengetahui ular berukuran besar itu berpotensi membahayakan, Totti segera menghubungi petugas Damkar untuk meminta bantuan. Tim kemudian bergerak ke lokasi dan langsung melakukan upaya evakuasi.
Sekretaris Disdamkartan Nunukan, Wahyudi Kawariyin, menjelaskan evakuasi berlangsung alot karena ular bersembunyi di ruang mesin yang sempit.
“Ular cukup besar dan posisinya melilit kuat di mesin. Itu membuat petugas kewalahan dan harus berulang kali mencoba menariknya,” jelasnya ketika dikonfirmasi, Senin (29/9).
Dengan menggunakan kombinasi tenaga manual dan bantuan tali tambang, petugas akhirnya berhasil mengeluarkan ular setelah hampir dua jam upaya penyelamatan.
Ular sanca tersebut kemudian dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya agar tidak menimbulkan keresahan warga maupun awak kapal.
“Meski melelahkan, yang terpenting ular bisa dievakuasi tanpa ada korban,” tegas Wahyudi.
Insiden ini sontak menarik perhatian warga sekitar dermaga yang sempat menyaksikan langsung proses evakuasi panjang tersebut.
Namun begitu, banyak yang yang mempertanyakan, karena jarang terjadi ada ular sebesar itu masuk ke dalam ruang mesin kapal.
“Kalau masuk dari mana, kami belum bisa pastikan, ABK kapal saja heran kenapa ular bisa sampai di mesin kapal. Posisi melilitnya kuat sekali, untunglah sudah dievakuasi,” pungkas Wahyudi. (raw)
Editor : Azwar Halim