Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pelayanan Listrik Belum Stabil di Nunukan, Donal: Penerangan Seadanya

Asrullah RT • Minggu, 28 September 2025 | 16:30 WIB

 

Anggota DRPD Nunukan Donal, FOTO: RADAR TARAKAN
Anggota DRPD Nunukan Donal, FOTO: RADAR TARAKAN

NUNUKAN - Pelayanan listrik di wilayah IV saat ini belum semua daerah tersentuh. Kondisi ini membuat masyarakat menggunakan penerangan seperti pelita dan lampu minyak saat malam hari.

Hal itu diungkapkan Anggota DRPD Nunukan, Donal. Karena itu, pihaknya berharap adanya kemandirian listrik untuk masyarakat di Kecamatan Lumbis. Ia mengaku, sejumlah desa di kecamatan ini sudah mendapat akses listrik.

Hanya saja, masih banyak wilayah yang belum terlayani secara maksimal. Apalagi, saat ini layanan PLN di wilayah merekanya masih sangat bergantung pada sistem distribusi listrik yang merupakan jaringan dari Kabupaten Malinau.

"Ketergantungan ini membuat layanan listrik tidak stabil dan tidak merata. Semua desa di Kecamatan Lumbis sebenarnya sudah masuk daftar PLN. Tapi kenyataannya sampai hari ini belum semuanya benar-benar teraliri listrik yang stabil. Ini karena pengaruh PLN yang masih ikut jaringan dari Kabupaten Malinau,” ucap Donal, Sabtu (27/9).

Dijelaskan, situasi ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Lumbis. Namun, terjadi di wilayah IV lainnya. Untuk itu, ia berharap sistem kelistrikan mandiri yang dikelola langsung PLN Nunukan. Dengan begitu, pelayanan dapat lebih cepat dan tepat sasaran.

“Harapan saya bagaimana daerah kabudaya ini harus PLN sendiri. Sudah lama kami mendambakan listrik yang stabil, supaya tidak ada lagi ketergantungan dengan Malinau. Kalau bisa, harus ada pembangkit atau sistem PLN sendiri di wilayah ini,” harapnya.

Ia menegaskan, masyarakat di beberapa desa masih merasakan tanpa listrik setiap malam. Dan penerangan yang digunakan hanya mengandalkan pelita atau lampu minyak.

Tentunya, kondisi ini tentu sangat berpengaruh pada aktivitas masyarakat. Baik untuk aktivitas belajar anak-anak, kegiatan ekonomi kecil hingga pelayanan publik.

“Kami serba terbatas, anak-anak belajar malam hari pakai pelita, warung-warung kecil juga susah beroperasi. Kalau listrik stabil dan mandiri, kami yakin kehidupan masyarakat lebih maju,” yakinnya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah daerah dan PLN memberikan perhatian lebih pada Lumbis. Sebab, daerah ini merupakan wilayah perbatasan yang memiliki posisi strategis. “Listrik ini bukan cuma soal terang-benderang. Ini soal pembangunan, soal keadilan, dan soal masa depan anak-anak kami," pungkasnya. (akz)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #pelayanan listrik #dprd nunukan