NUNUKAN - Warga kembali dibuat resah dengan kondisi jalan berlubang di jalur utama dari kawasan Kantor Bupati Nunukan menuju Pasar Mamolo, Kecamatan Nunukan Selatan.
Kerusakan jalan yang sudah lama dikeluhkan itu kembali memakan korban pengendara, sehingga menimbulkan sorotan tajam terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Peristiwa terbaru terjadi pada Minggu (8/9) pagi. Seorang pengendara motor asal RT 04 Penamas terjatuh setelah rodanya menghantam lubang besar yang tidak terlihat jelas karena tergenang air.
Warga sekitar menolong korban yang mengalami luka ringan, namun kejadian tersebut memunculkan kekhawatiran jika perbaikan jalan terus tertunda.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD dapil Nunukan Selatan, Andi Fajrul, mendesak Pemprov Kaltara melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk segera mengambil langkah nyata. Dirinya menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat sehari-hari.
“Ini bukan sekadar persoalan kenyamanan, tapi sudah menyangkut keselamatan nyawa orang. Pemerintah provinsi harus menempatkan perbaikan jalan Mamolo sebagai prioritas, bukan hanya janji di atas kertas,” Ujar Andi Fajrul kepada wartawan, Senin (8/9).
Fajrul menilai, kerusakan jalan yang dibiarkan terlalu lama mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap wilayah perbatasan. Menurutnya, setiap kelalaian dalam pembangunan infrastruktur berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.
“Kalau sampai ada korban jiwa, siapa yang bertanggung jawab? Anggaran seharusnya sudah bisa diarahkan ke titik-titik rawan seperti ini, jangan menunggu situasi semakin parah,” tambahnya.
Andi Fajrul juga menyebut bahwa kondisi jalan di Nunukan merupakan gambaran nyata masih minimnya pemerataan pembangunan. Ia khawatir, jika pusat kota saja dibiarkan rusak parah, maka daerah pedalaman akan semakin terabaikan.
“Kalau akses utama menuju pasar saja penuh lubang, bayangkan bagaimana nasib jalan di desa-desa yang jauh dari jangkauan. Pemerintah provinsi harus membuktikan kepedulian lewat kerja nyata, bukan sekadar hadir saat momentum politik,” tegas Andi Fajrul.
Dirinya memastikan DPRD Nunukan, akan terus mengawal persoalan tersebut dan menekan Pemprov Kaltara agar segera melakukan perbaikan.
Warga Mamolo dan sekitarnya pun berharap agar jalan tersebut segera ditangani, sehingga tidak lagi menjadi jebakan berbahaya bagi pengguna kendaraan. (raw)
Editor : Azwar Halim