NUNUKAN - Ratusan mahasiswa jalani Orientasi Studi dan Pelatihan Keterampilan Jarak Jauh yang diselenggarakan Universitas Terbuka (UT). Hal ini merupakan langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Nunukan.
Wakil Bupati Nunukan Hermanus menyampaian total ada 140 mahasiswa yang mengikuti Orientasi Studi dan Pelatihan Keterampilan Jarak Jauh yang difokuskan di Mansalong, Sabtu (6/9). Mahasiswa yangmengikuti layanan pendukung kesuksesan belajar jarak jauh (LPKBJJ) berasa dari kecamatan yang berada di wilayah IV.
Diantara 140 mahasiswa baru tersebut sebagian besar merupakan perangkat desa beserta kepala desa (kades).
Karena itu, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Universitas Terbuka (UT) Tarakan atas kerjasamanya yang telah membuka kelas jauh di wilayah Kabudaya.
Dan telah mendukung penuh perluasan akses pendidikan tinggi model pembelajaran jarak jauh yang adaptif dan inklusif kepada mahasiswa baru yaitu para kades dan perangkat desa.
"Kami sangat mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Kabudaya ini. Tentunya kita melihat kebutuhan sekarang dan yang akan datang. Seperti pemerintahan terutama di desa. Dengan sistem digitalisasi jaman sekarang, kalau aparatur desa tidak mengikuti dengan tidak mengembangkan SDM dipastikan desa tersebut akan ketinggalan, mau tidak mau, suka tidak suka harus didorong demi tuntutan itu" ucap Hermanus.
Lanjutnya, dihadapan para mahasiswa ia mengungkapkan saat pemerintah daerah sedang berupaya. Sebab, IPM Nunukan pada 2024 berada pada angka 69,2 atau terendah di Provinsi Kaltara.
Angka tersebut, baginya sebagian besar disumbangkan 232 Desa yang tersebar di Nunukan.
"Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan bagi kita semua. Bagaimana menghadirkan inovasi pendidikan yang benar-benar menyentuh hingga ke desa. Karena itu, melalui program 'Desa Cerdas' kami mendorong alokasi 10 persen dari dana desa diprioritaskan untuk beasiswa pendidikan. Jika langkah ini di jalankan secara konsisten mulai 2026, maka pada tahun Tahun 2030 kita mampu mencapai target IPM 75 poin. Dengan demikian investasi sumber daya manusia akan menjadi kunci untuk mewujudkan desa cerdas - Indonesia Maju 2045." bebernya.
Dijelaskan, mutu kualitas kehidupan bisa sejajar dengan perkembangan kemajuan jaman ke depan, dengan alokasi 10 persen dari dana desa akan mencerdaskan masyarakat yang ada di desanya sendiri.
"Saya yakin model ini mampu menghadirkan peluang Pendidikan tinggi yang merata, sekaligus menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah perbatasan, pesannya.
Ia mengakui, tidak semua orang bisa mengaksesnya secara tatap muka karena keterbatasan jarak, waktu maupun biaya. Untuk itu pemerintah daerah mengandeng UT Tarakan untuk mengakomodir hal tersebut.
"Inilah keunggulan pendidikan jarak jauh, membuka kesempatan bagi mereka yang terkendala secara geografis maupun finansial untuk tetap menimba ilmu," jelas Wabup Hermanus. Mudah Mudahan dengan adanya 10 persen dari dana desa di 2026 nanti lebih mendorong lagi. Jadi meskipun belum keluar dana desanya, kita telah meyiapkan 140 mahasiswa baru. Dan semoga kesadaran masyarakat lebih lagi di 2026 untuk meningkatkan kualitas pendidikan nya," pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim