NUNUKAN - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang kembali terus terjadi dalam beberapa hari terakhir, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mengeluarkan himbauan resmi kepada masyarakat.
Warga diminta untuk lebih waspada terhadap potensi bencana alam yang rawan muncul di musim penghujan.
Itu disampaikan Kasubid Informasi BPBD Nunukan, Basir. Dirinya menjelaskan bahwa cuaca ekstrim saat ini dapat memicu berbagai bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi di perairan.
Menurutnya, sikap waspada dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting agar risiko korban dapat diminimalkan.
“Kami minta seluruh masyarakat untuk tidak lengah menghadapi musim hujan ini. Waspada terutama bagi yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan dataran rendah yang sering tergenang banjir,” kata Basir dalam pernyataannya kepada wartawan, Kamis (21/8).
Basir juga menyoroti aktivitas nelayan di perairan Nunukan yang dinilai cukup berisiko. Ia mengingatkan agar nelayan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat melaut.
Peringatan ini disampaikan menyusul insiden yang menimpa perahu petani rumput laut beberapa waktu lalu, ketika dihantam ombak besar hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.
“Gelombang tinggi dan cuaca buruk masih mungkin terjadi. Kami harap nelayan lebih berhati-hati, membawa perlengkapan keselamatan, serta tidak memaksakan diri melaut jika kondisi tidak memungkinkan,” tambahnya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi bencana, BPBD Nunukan telah menyiagakan personel di setiap kecamatan.
Petugas ditugaskan melakukan pemantauan lapangan, memberikan laporan cepat, serta siap bergerak jika bencana sewaktu-waktu terjadi.
“Kami sudah menyiapkan tim yang siaga di lapangan. Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan desa agar penanganan darurat bisa lebih cepat,” jelas Basir.
Selain himbauan umum, BPBD juga mendorong warga untuk mengambil langkah-langkah sederhana dalam mengurangi risiko bencana, diantaranya seperti, membersihkan saluran air di sekitar rumah agar tidak tersumbat sampai menghindari aktivitas di dekat tebing curam saat hujan deras.
Basir menekankan, bahwa partisipasi masyarakat sangat menentukan dalam penanggulangan bencana.
Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan warga di tingkat paling bawah.
“Bencana bisa datang kapan saja. Karena itu, yang paling penting adalah kesiapan kita semua dalam menghadapinya. Kami berharap masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dan siap mengambil langkah cepat saat kondisi darurat,” pungkasnya. (raw)
Editor : Azwar Halim