NUNUKAN - Peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah perbatasan tidak hanya sebatas menjaga kedaulatan negara.
Melalui Kodim 0911/Nunukan, TNI kini menjadi motor penggerak program ketahanan pangan dengan mengoptimalkan lahan sawah masyarakat seluas 3.100 hektar.
Program ini digagas sebagai langkah strategis memastikan masyarakat perbatasan memiliki akses beras yang cukup dan terjangkau.
Dandim 0911/Nunukan, Letkol Inf Tony Prasetyo menegaskan, bahwa keterlibatan TNI dalam sektor pangan adalah bentuk nyata dukungan terhadap kesejahteraan rakyat.
TNI, hadir langsung di lapangan melalui peran Babinsa untuk mengawasi, membimbing, dan memastikan lahan-lahan masyarakat benar-benar produktif.
“Babinsa kita yang turun langsung ke desa-desa, mendata mana lahan yang perlu dioptimalisasi, lalu mendampingi petani agar benar-benar menanam setelah lahannya dibantu,” ungkap Letkol Tony ketika diwawancarai, Selasa (19/8).
Sejauh ini, dari target 3.100 hektar, sekitar 1.000 hektar lahan sudah berhasil diolah. Kodim menargetkan seluruhnya rampung sebelum Oktober sehingga masyarakat bisa segera memulai musim tanam.
Dengan langkah itu, hasil panen diharapkan mampu menekan ketergantungan Nunukan terhadap pasokan beras dari luar daerah.
TNI juga menegakkan aturan tegas, setiap petani penerima manfaat wajib mengolah lahannya setelah dioptimalisasi. Mereka harus menandatangani perjanjian agar lahan tidak terbengkalai.
“Kalau sudah dibantu tapi tidak ditanam, sama saja sia-sia. Maka peran Babinsa di sini memastikan keseriusan petani,” lanjut Dandim.
Ke depan, hasil panen petani akan langsung disalurkan ke Bulog untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Dengan harga eceran tertinggi Rp 65.500 per 5 kilogram (kg), masyarakat bisa memperoleh beras dengan harga terjangkau.
TNI juga mendukung program distribusi pangan murah yang sebelumnya terbukti sukses, ketika 5 ton beras Bulog dari Tarakan habis terjual hanya dalam dua hari.
Menurut Letkol Tony, program pangan ini bukan hanya soal produksi beras, melainkan juga tentang bagaimana TNI membangun kepercayaan bahwa rakyat tidak dibiarkan menghadapi masalah pangan sendirian.
“Tugas TNI adalah menjaga kedaulatan bangsa. Pangan ini bagian dari kedaulatan. Kalau rakyat kenyang, negara ini kuat,” tegasnya.
Di akhir, Dandim mengingatkan agar masyarakat tidak lupa berterima kasih kepada petani. “Karena dari tangan merekalah kita bisa makan enak setiap hari,” tutupnya. (raw)
Editor : Azwar Halim