Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Merah Putih Berkibar di Batas Negeri, KRI Ajak-653 Perkuat Nasionalisme Warga Perbatasan

Riko Aditya • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 12:37 WIB
BERBAGI BENDERA: Sejumlah nelayan yang melaut mengibarkan langsung bendera merah putih setelah dibagikan oleh prajurit KRI Ajak-653 Satkat Koarmada II. FOTO: DOK LANAL NUNUKAN
BERBAGI BENDERA: Sejumlah nelayan yang melaut mengibarkan langsung bendera merah putih setelah dibagikan oleh prajurit KRI Ajak-653 Satkat Koarmada II. FOTO: DOK LANAL NUNUKAN

NUNUKAN - Jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat nasionalisme tidak hanya bergema di pusat kota maupun ibu kota provinsi, tetapi juga menyala hingga ke garis terdepan perbatasan negeri.

Di perairan Karang Unarang, yang berbatasan langsung dengan Malaysia, prajurit TNI Angkatan Laut dari KRI Ajak-653 Satkat Koarmada II melaksanakan bakti sosial sekaligus membagikan bendera Merah Putih kepada para nelayan setempat, Jumat (15/8).

Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, mengatakan, kegiatan digelar dalam rangkaian Operasi Ambalat di bawah kendali operasi (BKO) Guspurla Koarmada II.

“Lebih dari sekadar rutinitas patroli pengamanan wilayah laut, momen ini menjadi simbol nyata, bahwa negara hadir hingga ke tapal batas dan menjaga kedaulatan sekaligus meneguhkan jati diri kebangsaan masyarakat yang hidup di garis perbatasan,” kata Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya dalam pernyataannya kepada media, Sabtu (16/8).

Dirinya melihat langsung, wajah-wajah antusias para nelayan yang tampak sumringah saat menerima Sang Saka Merah Putih dari tangan para prajurit.

Di tengah riak ombak, bendera itu dikibarkan penuh khidmat, menjadi pengingat bahwa meski jauh dari hiruk-pikuk pusat pemerintahan, mereka tetap bagian dari Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Laksda Alit Jaya juga menegaskan, bahwa setiap prajurit TNI AL memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga semangat nasionalisme di daerah perbatasan.

"Wilayah perbatasan adalah beranda terdepan bangsa. Kehadiran prajurit bersama rakyat melalui kegiatan kemanunggalan seperti pembagian bendera dan bakti sosial, adalah bentuk nyata upaya menanamkan cinta tanah air serta mempererat hubungan TNI dengan masyarakat pesisir," tegasnya.

Ia menambahkan, perayaan kemerdekaan tahun ini harus menjadi momentum memperkokoh persatuan bangsa.

"Masyarakat di perbatasan adalah penjaga kedaulatan, mereka tidak boleh merasa terpinggirkan. Justru di sanalah Merah Putih harus tegak berkibar, menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia hadir dan berdaulat hingga batas terakhir wilayahnya," tegas Laksda Alit Jaya lagi.

Bagi masyarakat perbatasan, bendera bukan hanya selembar kain, melainkan simbol martabat, harga diri, dan pengikat rasa kebangsaan.

Kehadiran TNI AL melalui KRI Ajak-653 menambah keyakinan bahwa negara senantiasa melindungi mereka, sekaligus memperkuat ikatan emosional antara rakyat dengan prajurit penjaga samudera.

Menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia, gema semangat itu semakin terasa. Dari Karang Unarang hingga seluruh pelosok negeri, Merah Putih terus berkibar, mengingatkan generasi bangsa bahwa kemerdekaan bukan hanya diwariskan, tetapi juga harus dijaga dengan persatuan, pengorbanan, dan cinta tanah air. (raw)

Editor : Azwar Halim
#kri #kaltara #nunukan #merah putih berkibar