NUNUKAN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di wilayah Nunukan Kota, Kabupaten Nunukan, dipastikan akan kembali bergulir pada Selasa (19/8) mendatang, setelah sempat terhenti lebih dari sebulan.
Penghentian sementara program ini bukan disebabkan oleh faktor pendanaan maupun kesulitan operasional, melainkan hal yang terbilang teknis, pesanan omprengan atau wadah makanan yang dikirim tanpa dilengkapi tutup.
Akibatnya, sejak Senin (14/7) lalu, bertepatan dengan masuknya tahun ajaran baru pasca Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, ribuan pelajar di Nunukan Kota tidak lagi menerima distribusi makanan gratis.
“Kemarin terhenti karena tutup omprengan belum terkirim. Sekarang sudah terkirim, dan akan kembali jalan (MBG) pada Selasa, 19 Agustus 2025,” ungkap Koordinator Satuan Pelaksana Program Pemerintah (SPPG) Nunukan Kota, Fitri, saat dikonfirmasi, Jumat (15/8).
Fitri enggan merinci lebih jauh mengapa pengiriman tutup omprengan tersebut membutuhkan waktu hampir sebulan lamanya.
Ia hanya menegaskan bahwa persoalan itu merupakan ranah internal penyelenggara. “Itu masalah internal kami,” tambah singkat.
Meski sempat terkendala, Fitri memastikan program MBG tidak hanya kembali berjalan, tetapi juga mengalami peningkatan jumlah penerima manfaat.
Jika sebelumnya program ini menyasar sekitar 3.340 pelajar mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), kini jumlah penerimanya bertambah menjadi sekitar 3.500 orang.
Penambahan kuota tersebut khususnya dialokasikan untuk kelompok rentan, yaitu ibu hamil dan balita.
“Ya, bertambah untuk Ibu Hamil dan Balita, jadi total penerima MBG yang kita mulai besok sekitar 3.500 orang,” beber Fitri. (raw)
Editor : Azwar Halim