NUNUKAN – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Nunukan sejak Senin hingga Kamis (7/8), kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, terutama banjir dan longsor.
Hujan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur sejak malam hingga siang hari telah menyebabkan longsor di jalur Mamolo menuju Sei Lancang, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan.
Material longsoran menutup sebagian badan jalan dan mengganggu lalu lintas warga. Bahkan, sebuah tiang listrik terlihat miring akibat tanah yang bergerak.
“Pembersihan tidak bisa dilakukan secara manual. Kami butuh alat berat agar akses jalan dapat kembali terbuka secara menyeluruh,” ujar Kepala Sub Bidang Penyelamatan pada BPBD Nunukan, Hasan ketika dikonfirmasi, Kamis (7/8).
Tak hanya itu, di kawasan padat penduduk, tepatnya Jalan Fatahillah, RT 16, Kelurahan Nunukan Tengah, sejumlah rumah nyaris terendam air akibat selokan tersumbat.
Air dari saluran yang meluap nyaris memasuki rumah-rumah warga. Tim BPBD pun bergerak cepat melakukan penanganan sejak pagi hari, dan saat ini kondisi dilaporkan telah normal.
Sementara itu, mengacu pada peringatan dini dari BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi di wilayah Kalimantan Utara, termasuk Nunukan, dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat diimbau untuk lebih proaktif menjaga lingkungan, membersihkan saluran air di sekitar rumah, serta menghindari aktivitas di area rawan longsor.
“Bagi warga yang tinggal di lereng bukit, bantaran sungai, atau daerah yang kerap tergenang, harap lebih waspada. Kami imbau agar segera melapor ke BPBD jika melihat tanda-tanda bencana,” tegas Hasan.
Untuk respon cepat, BPBD Nunukan membuka layanan pengaduan dan laporan bencana melalui call center 0811 537 9995, yang aktif selama 24 jam.
"Mari bersama menjaga keselamatan dan lingkungan, kewaspadaan adalah kunci utama menghadapi cuaca ekstrem," ajak Hasan. (raw).
Editor : Azwar Halim