0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bangga! Anak Mantan Buruh Pelabuhan Jadi Marinir TNI AL, Tampil di Parade Bastille Day di Paris

Radar Tarakan • Senin, 28 Juli 2025 | 09:24 WIB
TNI AL. Randy Saputra
TNI AL. Randy Saputra

Nunukan - Setiap tetes air yang diantar Baharuddin keliling kampung adalah doa dalam diam untuk anaknya.

Dulu dia bekerja buruh pelabuhan, kini anaknya berdiri gagah sebagai TNI AL. Randy Saputra, pemuda asal Nunukan, Kalimantan Utara menembus keterbatasan dengan tekad kuat dan restu orangtua.

Kisahnya menyentuh siapa saja yang percaya mimpi bisa diwujudkan dari titik nol. Namanya Baharuddin. Usianya kini 50 tahun, sehari-hari bekerja sebagai penjual air bersih keliling di Nunukan.

Tapi sebelum usaha ini, dua sempat kerja jadi buruh harian di Pelabuhan bantu-bantu angkut barang. Bayarannya? Kadang seratus ribu, kadang cuma tiga puluh ribu. Bahkan sering juga pulang dengan tangan kosong.

Itu masa-masa paling berat dalam hidupnya. Apalagi waktu anaknya Randy, masih kecil. Dia sudah ngerti belanja, sudah ngerti minta ini-itu. Rasanya hati ini remuk tiap kali pulang tanpa bawa apa-apa dan lihat dia duduk diam di samping ibunya.

Tapi dirinya terus berjuang. Saya bilang ke diri saya sendiri: anak ini harus sekolah. Harus bisa wujudkan cita-citanya. Randy cuma anak satu-satunya.

Sejak SD dia sudah bilang, “Saya pengin jadi polisi atau tentara.” Kami ini bukan dari keluarga TNI, bukan pula punya kenalan di instansi besar. Kami petani. Buruh. Tapi Randy, dari kecil, sudah punya tekad besar.

Tahun 2021, dia lulus SMA. Waktu itu juga dia terpilih jadi Paskibra tingkat provinsi. Bangga? Tentu. Tapi itu baru awal.

Setelah lulus, dia ikut seleksi masuk kepolisian. Sayangnya, gagal di tes kesehatan. Kami sedih, tapi Randy tidak menyerah.

Tahun 2023, ada pembukaan pendaftaran TNI Angkatan Laut. Randy coba lagi. Kali ini dia lebih siap. Jaga kesehatan betul-betul. Alhamdulillah, dia lolos seleksi di Nunukan. Lanjut ke Tarakan, lolos lagi.

Dan akhirnya… Surabaya. Randy satu-satunya wakil dari Kabupaten Nunukan saat itu. Bayangkan, anak tukang air dari pelosok, kini menginjak Bumi Surabaya dengan seragam TNI.

Sementarta ibunya, Sukawati, usia 55 tahun dan tetangga-tetangga, semua nangis waktu tahu dia lolos. Campur aduk: bangga, terharu, senang, semua jadi satu. Sampai sekarang, kami masih nggak percaya.

Yang bikin kami lebih bangga, Randy tidak pernah mengeluh. Tidak pernah bilang capek, minder, atau putus asa selama prosesnya. Dari SMP, saya sudah lihat anak ini beda. Kalau punya tujuan, dia akan kejar habis-habisan.

Saya sering kasih dia pesan, “Ikuti arahan. Jangan buat pelanggaran. Nikmati prosesnya.”
Sekarang dia sudah ketemu Bupati Nunukan. Dipanggil secara resmi. Kami bangga luar biasa.

Tapi harapan saya sederhana: semoga Randy bisa kembali dan bertugas di Kalimantan Utara. Bisa jadi inspirasi untuk anak-anak daerah. Bahwa siapa pun, dari latar belakang mana pun, bisa bermimpi besar dan mencapainya.

Tanggal 26 Juli 2025 nanti, Randy akan bertugas kembali ke Sorong.
Doa saya? Semoga Allah jaga dia selalu. Karena Randy bukan cuma kebanggaan saya, tapi juga kebanggaan daerah ini. (Eru)

Editor : Azwar Halim
#tni al #kaltara #nunukan #Parade Bastille Day di Paris