Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

ABK Selamat dari Gelombang Laut Cina Selatan Dua Hari karena Jeriken

Riko Aditya • Selasa, 22 Juli 2025 | 18:22 WIB

 

DOK LO RI TAWAU DIRAWAT: Rahmat mendapatkan perawatan intensif, selama berada di Rumah Sakit Tawau.
DOK LO RI TAWAU DIRAWAT: Rahmat mendapatkan perawatan intensif, selama berada di Rumah Sakit Tawau.

NUNUKAN - Penuturan Rahmat, awak kapal sembako yang terbalik di Sebatik terkuat kepada pejabat KRI Tawau, saat memberikan keterangan.

Rahmat mengaku selama 2 hari 2 malam sejak Sabtu malam sampai dengan Senin siang, dirinya bertahan terapung di laut menggunakan 1 jerigen kosong.

Jerigen tersebut sengaja diikatkannya di pergelangan tangan kiri untuk berjaga-jaga, karena dirinya tidak bisa berenang. Selama 2 hari 2 malam tersebut, dirinya terombang-ambing tanpa makan dan minum.

Konsul RI di Tawau, Aris Heru Utomo melalui Pejabat Konsuler, Calderon Dalimunthe menyampaikan, Rahmat telah bertemu pihaknya, usai melakukan pendataan oleh pihaknya bersama Polis Marin.

Saat itu, Rahmat dibawa ke Rumah Sakit Daerah Tawau untuk mendapatkan perawatan medis dan memulihkan tubuhnya yang sangat lemah.

Ketika Senin (21/7) malam, sekitar pukul 20.00 WITA, Konsul RI Tawau Aris Heru Utomo bersama Pejabat Konsuler Calderon Dalimunthe menjenguk Rahmat di rumah sakit.

“Namun saat itu yang bersangkutan sedang tertidur nyenyak dengan tangan kanannya diberikan cairan infus,” tulis Calderon dalam pernyataannya kepada media, Selasa (22/7).

Oleh petugas rumah sakit yang berjaga, diketahui bahwa tekanan darah Rahmat normal dan kondisi tubuhnya juga semakin membaik. Nantinya, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter akan memberikan obat atau vitamin yang dibutuhkan agar Rahmat segera sehat kembali.

“Tapi kemungkinan Rahmat akan tinggal beberapa hari dulu di rumah sakit sampai tubuhnya pulih kembali dan oleh dokter dinyatakan layak untuk bepergian,” tambah Calderon.

Rencananya, setelah Rahmat pulih kembali kesehatannya, Rahmat akan dikembalikan ke Nunukan melalui Pelabuhan Tawau dengan didampingi staf Konsulat RI Tawau dan pihak terkait.

Calderon mengaku, ketika diceritakan oleh Rahmat kisahnya di lautan, bertahan menggunakan jerigen, Rahmat hanya terapung dan terhanyut di lautan, beberapa kali Rahmat melihat perahu atau kapal yang melintasinya, tapi karena hanya kepalanya yang berada di atas permukaan air laut, maka tidak ada satupun orang di atas perahu atau kapal yang melihatnya.

Dirinya bahkan nyaris putus asa dan pasrah, ketika tali dan jerigen yang diikatkan di tangan putus dan terlepas serta tubuhnya mulai tenggelam, tiba-tiba tubuhnya terdorong arus naik ke permukaan dan saat itulah tubuhnya terlihat oleh seorang nelayan dalam keadaan tidak berpakaian karena seluruh pakaiannya terlepas.

Setelah nelayan tersebut menemukannya, Rahmat kemudian diserahkan ke Polisi Perairan (Polis Marin) Tawau untuk ditindaklanjuti. Setelah melakukan pemeriksaan, Polis Marin kemudian menghubungi Konsulat RI Tawau.

Rahmat adalah satu dari tiga orang ABK kapal pengangkut sembako yang berangkat dari Tawau dan kapalnya tenggelam di Pancang Putih perairan Tanjung Aru Sebatik pada Sabtu 19 Juli 2025 sekitar pukul 20.30 wita.

Terungkap, sebelum tenggelam, kapal bermuatan gula berjumlah 250 pack tersebut, mengalami malfungsi pada mesin kapal dan kemudian dihantam ombak.

Seorang korban bernama Ariffin Nurman, warga Pinrang Sulawesi Selatan, terlebih dahulu ditemukan dalam keadaan selamat, sedang mengapung di perairan Tanjung Aru oleh speedboat penumpang Sadewata 02 express tujuan Tarakan.

Ia dievakuasi ke Puskesmas Sungai Nyamuk untuk dilakukan dilakukan pertolongan pertama

Rahmat sebagai ABK kedua yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Smentara seorang diketahui nakhoda bernama Hasim bin Hatta (35) warga Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan, telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Selasa (22/7) siang.

Sejauh ini, pemilik kapal dan pemilik barang sembako masih belum diketahui secara pasti dan kerugian belum bisa diperkirakan. (raw)

Editor : Azwar Halim
#kapal tenggelam #laut cina selatan #abk