NUNUKAN - Realisasi dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan bersama Pemkab Pinrang dilakukan Perusahaan Daerah (Perusda) Nusa Serambi Persada (NSP). Total rumput laut yang dikirim sebanyak 50 ton dilakukan dua kali.
Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri menyampaikan usai MoU dilakukan pada 17 Juni 2025 lalu, Perusda NSP bergerak cepat. Buktinya, dalam waktu sebulan kerjasama ini dijalankan. Dan sebanyak 50 ton rumput laut yang dikirim ke Perumda Lasinrang.
"Seperti kata Pak JK, lebih cepat lebih baik. Dalam 32 hari sejak MoU ditandatangani, hari ini kita sudah kirim 30 ton rumput laut ke Pinrang. Total yang akan dikirim sebanyak 50 ton ini dikirim dua kali. Pertama sebanyak 30 ton. Kedua, pada Senin (21/7) sebanyak 20 ton.
Ia menegaskan, upaya ini buka sekedar menjalankan bisnis. Tetapi untuk mensejahterakan para pembudidaya rumput laut. Apalagi, Nunukan merupakan daerah penghasil rumput laut terbesar ketiga di Indonesia.
"Pentingnya bergerak cepat dalam merealisasikan program. Karena, ini bukan hanya soal bisnis, tapi harapan baru bagi petani kita. Kita adalah produsen rumput laut nomor tiga di Indonesia," ungkapnya.
Lanjutnya, untuk menjaga stabilitas harga komoditas unggulan Nunukan ini dengan peningkatan kualitas. Apalagi, sejak ditandatanganinya MoU bersama Pemkab Pinrang. Harga rumput laut di tingkat petani mengalami kenaikan harga.
"Harga rumput laut dari sebelumnya Rp 9 hingga Rp 10 ribu. Saat ini menjadi lebih tinggi dalam satu bulan terakhir. Kita berharap ini terus meningkat seiring dengan peningkatan kualitas produksi. Kualitas harus terus dijaga agar harga stabil dan petani kita bisa sejahtera,” tambahnya.
Sementara, Plt. Direktur Utama Perusda Nusa Serambi Persada, Drs. H. Abu Bakar Siddik, menegaskan bahwa apa yang dilakukan tentunya tidak hanya berfokus pada pengembangan sektor rumput laut.
Ia menegaskan tidak menutup kemungkinan Perusda akan melebarkan sayap pada sektor perkebunan seperti kelapa sawit.
Sebab, hal ini menjadi motor utama penggerak ekonomi di Nunukan. Kedepannya, Perusda NSP akan menggarap potensi-potensi lain. Seperti tambang, perikanan, dan pertanian.
"Saya terharu melihat semangat Bupati yang terus berdiskusi dan mendorong Perusda untuk bergerak cepat.
Meskipun saat ini perusda belum memiliki dukungan anggaran, semangat dan kolaborasi yang kuat menjadi modal utama dalam mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim