Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Puluhan Anak PMI di Sabah Melanjutkan Pendidikan di Kaltara, Ini Sekolah yang Dituju

Asrullah RT • Senin, 7 Juli 2025 | 17:58 WIB
Photo
Photo

NUNUKAN - Puluhan siswa penerima beasiswa Generasi Maju Cinta Tanah Air (Gema Cita) 2025 dilepas secara resmi Konsul RI Tawau Aris Heru Utomo di Teras Pancasila, Konsulat RI Tawau, Minggu (6/7).

Para siswa tersebut merupakan lulusan dari berbagai community learning center (CLC) di wilayah Sabah yang akan melanjutkan pendidikan ke aekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Beasiswa Gema Cita sendiri merupakan beasiswa yang terdiri dari Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Yayasan untuk Anak-Anak PMI di Sabah.

Konsul RI Tawau Aris Heru Utomo menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa penerima beasiswa Gema Cita 2025.

Tidak mudah untuk mendapatkan beasiswa karena harus bersaing dengan lebih dari 1500-an lulusan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) dan CLC pada 2025. Sementara penerima beasiswa pada tahun ini terbatas hanya untuk 754 siswa.

Dan sebelum diberangkatkan, mereka mendapatkan pembekalan di Camp selama 4 hari yang diselenggarakan SIKK.

“Saya ucapkan selamat kepada para siswa. Kalian adalah siswa-siswa terpilih yang mendapatkan kesempatan untuk belajar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pergunakan beasiswa yang didapat untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan meraih prestasi setinggi mungkin. Semoga setelah menyelesaikan pendidikan jenjang SLTA, kalian bisa melanjutkan hingga ke perguruan tinggi sesuai dengan yang dicita-citakan,” pesan Konsul RI Tawau.

“Gunakan pula bekal pengetahun yang diberikan saat camp 4 hari dengan sebaik-baiknya sehingga kalian tidak mengalami cultural shock atau gegar budaya dan homesick atau kangen saat menempuh pendidikan di Kaltara. Saya percaya kalian dapat dengan cepat melakukan adaptasi dengan lingkungan setempat karena kearifan lokal, adat istiadat masyarakat Kaltara tidak jauh berbeda dengan masyarakat di Sabah,” ujar Konsul RI Tawau.

Ditambahkan pula oleh Konsul RI bahwa tiga tahun adalah waktu yang cukup lama, tetapi bisa juga menjadi waktu yang singkat apabila dijalani dengan pikiran positif dan perasaan senang.

“Gunakan waktu sebaik-baiknya saat menempuh pendidikan di SLTA. Bukan hanya belajar tetapi juga isi dengan kegiatan berorganisasi, seperti mengikuti kegiatan OSIS ataupun Paskibra untuk melatih kepemimpinan sejak dini,” pesan Konsul RI Tawau.

Selanjutnya Konsul RI mengajak para siswa berani untuk memiliki cita-cita setinggi mungkin. Konsul RI mengingatkan juga bahwa memiliki cita-cita tinggi itu gratis karenanya jangan pernah ragu untuk bercita-cita setinggi mungkin.

“Tanamkan cita-cita setinggi langit, misalnya menjadi presiden ataupun astronot, karena cita-cita itu gratis, tidak harus membayar satu sen pun. Namun demikian, agar cita-cita tercapai, selain harus belajar dengan sungguh-sungguh, juga perlu strategi dan langkah-langkah yang baik. Misalnya apabila ingin menjadi seorang dokter, maka sejak awal harus dapat memastikan bahwa jurusan pendidikan di SLTA adalah jurusan IPA, bukan IPS atau jurusan lainnya,” pesan Konsul RI Tawau.

“Jika bercita-cita menjadi pelaut, jangan berhenti dan berpuas diri sebagai pelaut saja. Beranikan diri untuk meraih karir yang lebih tinggi sebagai nahkoda kapal, dan bahkan menjadi pengusaha pelayaran yang memiliki kapal laut sendiri,” tambah Konsul RI Tawau.

Sementara itu dalam laporannya, guru pendamping, Syamsul Adil, menyampaikan bahwa sejak diluncurkannya program beasiswa pada tahun 2013, siswa CLC yang penerima beasiswa mencapai 4036 siswa.

Sebelumnya mereka melanjutkan pendidikan di 11 provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Bali, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat.

Pada tahun 2025 ditambah satu provinsi lagi sehingga menjadi 12 provinsi, yaitu Nusa Tenggara Timur. Adapun jumlah lulusan siswa SMP CLC di Sabah tahun ajaran 2024/2025 mencapai 1500-an siswa.

Selanjutnya disampaikan oleh guru pendamping bahwa khusus untuk 31 siswa yang menuju ke propinsi Kaltara, mereka akan menempuh pendidikan di 4 SLTA.

"Yaitu sebanyak 5 siswa ke SMA ST Gabriel Nunukan sebanyak 5 siswa ke SMK Negeri 1 Nunukan sebanyak 10 siswa ke SMK Negeri 1 Sebatik Barat dan sebanyak 11 siswa ke SMK Mutiara Bangsa di Sebatik," pungkasnya. (akz)

Editor : Azwar Halim
#Sekolah di Kaltara #Beasiswa Gema Cita #Pendidikan Anak PMI Sabah