NUNUKAN - Konsul Republik Indonesia di Tawau, Aris Heru Utomo, mendorong para pelaku UMKM di Kalimantan Utara (Kaltara) untuk membidik pasar potensial di Sabah, Malaysia.
Baginya, pentingnya memanfaatkan kedekatan geografis antara Kaltara dan Sabah untuk memperluas akses ekspor produk UMKM.
“Jarak antara Kaltara dan Sabah bahkan lebih dekat dibandingkan dengan ke provinsi lain seperti Kalimantan Timur atau Kalimantan Barat. Ini adalah peluang logistik yang harus dimaksimalkan,” ucap Aris Heru Utomo.
Dijelaskan, konsumen di Sabah yang mayoritas Muslim sekitar 65 persen dari total 2,5 juta jiwa. Hal ini merupakan peluang menjadi pasar besar bagi produk-produk halal asal Kaltara.
Selain itu, Sabah memiliki potensi sebagai hubungan distribusi ke negara-negara di kawasan Asia Timur.
“Yang dibutuhkan UMKM Kaltara adalah menemukan mitra lokal yang tepat di Sabah dan kemampuan memenuhi standar halal dari JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia), yang sertifikasinya diakui di sekitar 70 negara,” jelasnya.
Untuk memuluskan itu, pihaknya mengaku siap membantu pelaku UMKM untuk menjajaki kemitraan dengan pelaku usaha di Sabah. Termasuk memfasilitasi pertemuan bisnis dan partisipasi dalam berbagai pameran. "UMKM agar naik kelas dan memiliki daya saing ekspor," pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim