Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Begini Langkah Pemkab Nunukan Jaga Stabilitas Harga Rumput Laut

Asrullah RT • Rabu, 11 Juni 2025 | 15:50 WIB
PRODUK UNGGULAN: Wakil Bupati Nunukan Hermanus saat melihat rumput laut yang akan diekspor ke Korea Selatan. FOTO: ASRULLAH
PRODUK UNGGULAN: Wakil Bupati Nunukan Hermanus saat melihat rumput laut yang akan diekspor ke Korea Selatan. FOTO: ASRULLAH

NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menaruh perhatian penuh terhadap harga komoditas unggulan Nunukan.

Itu tertuang dalam dalam arah baru menuju perubahan menjaga stabilitas harga rumput laut melalui peraturan daerah.

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan melalui Dinas Perikanan dan DKUKMPP Nunukan memfasilitasi ekspor perdana rumput laut yang dilaksanakan PT. Kebula Raya Bestari ke Korea Selatan. Selain itu, Pemkab Nunukan juga menyediakan anggaran untuk sarana budidaya rumput laut.

"Masalah harga rumput laut ini memang menjadi PR besar bagi kami di pemerintah. Karena faktanya, petani sering kali berada di posisi lemah saat harga anjlok. Maka itu, kami berinisiatif melakukan langkah konkret,” ucap H. Irwan Sabri.

Dan untuk membantu petani melalui pemerintah melalui Dinas Perikanan menyediakan anggaran Rp 800.260.000,- untuk pengadaan sarana budidaya rumput laut berupa tali, terpal dan waring.

Dijelaskan langkah lain yang akan dilakukan yakni melakukan MoU bersama Pemkab Pinrang khususnya kerjasama bidang pemerintahan ekonomi pembangunan dan kemasyarakatan. Ini bertujuan untuk menjaga kestabilan harga rumput laut.

"Pemerintah mendorong kestabilan harga rumput laut melalui kerjasama Perusda dengan Pabrik Rumput Laut. Dalam waktu dekat saya bersama pak Sekda akan ke Pinrang untuk melaksanakan MoU ini," jelasnya.

Sementara, Plt Sekda Nunukan Ir Jabbar menambahkan kerjasama yang dilakukan bersama Pemkab Pinrang berdasarkan koordinasi yang dilakukan DKUKMPP Nunukan.

Sebab, pabrik rumput laut terbesar di wilayah timur Indonesia berada di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

"Kita mulai dari G to G. Kemudian B to B ini akan ditindaklanjuti melalui perusda. Karena produksi rumput laut kita ini hingga 8 ribu ton perbulan.

Jika ada persaingan tentunya akan mempengaruhi harga. Yang tidak baik itu ketika dimonopoli," pungkasnya. (akz)

Editor : Azwar Halim
#rumput laut #kaltara #nunukan #stabilitas harga #pemkab nunukan