NUNUKAN - Masa tanggap darurat bencana alam yang ditetapkan Pemkab Nunukan memasuki hari ke 11. Kondisi ketinggian muka air di Kecamatan Sembakung berada dibawa ketinggian normal.
Kasubid Evakuasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Hasanuddin menyampaikan berdasarkan pemantauan ketinggian permukaan air sungai Sembakung pukul 7.00 Wita di Desa Atap, Sembakung terpantau surut. Dimana, posisi ketinggian permukaan air dibawa ketinggian normal 3 meter.
"Saat ini dilakukan distribusi bantuan ke Desa Atap di Sembakung yang belum menerima bantuan di tahap 1. Kemudian, pengantaran kekurangan 1 item barang bantuan tahap 1 di Desa Tagul, Manuk Bungkul, Tujung, Lubakan dan Atap," ucap Hasanuddin.
Dijelaskan, aktivitas masyarakat kini berjalan normal seperti biasa. Mulai dari aktivitas belajar mengajar untuk sekolah yang terdampak banjir. Kemudian aktivitas perkantoran yang juga berjalan normal.
"Kondisi umum, aktifitas masyarakat berjalan normal. Anak sekolah khususnya Sekolah Dasar yang sempat tidak dapat berjalan karena terendam banjir, hari ini sudah mulai berjalan normal kembali.
Juga dengan fasilitas umum dan pemerintahan yang terdampak saat banjir saat ini sudah dapat berjalan normal kembali," jelasnya.
Ia menegaskan, pemantauan terus dilakukan di wilayah yang terdampak banjir. Selain itu, petugas di lapangan juga melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak banjir.
"Pemantauan wilayah pasca banjir terus dilakukan. Kemudian, melanjutkan pendataan korban bencana alam banjir yang terjadi," jelasnya.
Untuk diketahui, penetapan status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor dilakukan pada 23 Mei lalu.
Tercatat ada ribuan kepala keluarga (KK) di sembilan kecamatan yang terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor.
Sehingga, pemerintah daerah dan instansi terkait menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir di 9 Kecamatan sebanyak 2.451 kepala keluarga (KK). (akz)
Editor : Azwar Halim