NUNUKAN - Usai mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (29/5) kemarin, Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri memastikan akan komitmen pemerintah kabupaten (Pemkab) Nunukan untuk memperkuat layanan publik di seluruh lingkungan Pemkab Nunukan kedepannya.
Di kesempatan itu, Irwan juga berharap forum tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antar daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
“Diharapkan kedepan pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Nunukan dapat terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan daerah, serta turut andil dalam mensukseskan visi Indonesia Emas 2045,” harap Irwan Sabri.
Selain mempererat kerja sama antar daerah, momen munas menjadi kesempatan semua daerah untuk bisa memperkuat komitmen membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kita berkesempatan melihat tata cara mengelola permasalahan yang ada, kemudian bagaimana untuk bisa kreatif dalam mengambil kebijakan,” beber Irwan.
Munas tersebut, dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Apkasi dan akan berlangsung selama tiga hari, hingga Sabtu (31/5) hari ini.
Munas mengusung tema Perkuat Solidaritas Daerah dalam Mendukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045.
Penjabat Sementara (PJS) Ketua Umum Apkasi, Muhammad Nur Arifin yang juga menjabat sebagai Bupati Trenggalek, menekankan pentingnya memahami makna 25 tahun reformasi dan otonomi daerah.
Menurutnya, otonomi daerah semestinya tidak hanya sekedar desentralisasi, tetapi menjadi kesempatan nyata bagi daerah untuk mengelola kewenangan secara luas.
“Di sinilah kesempatan bagi kita. Contohnya, saat kita mengelola kawasan banjir, sementara hulu dimiliki Kementerian Kehutanan, sungai dikelola Kementerian PU. Kita dituntut kreatif, menambah PAD, tetapi pengelolaan aset dibatasi permendagri. Forum ini menjadi ruang menyampaikan aspirasi secara langsung,” ungkap Arifin.
Sesi pembekalan juga diisi oleh sejumlah narasumber nasional, salah satunya, Prof. Ryaas Rasyid, penasehat khusus Apkasi, membuka sesi dengan topik Penguatan Etika dan Kapasitas Kepemimpinan yang Berkarakter dan Inovatif.
Dilanjutkan dengan paparan dari Direktur Eksekutif KPPOD, Herman N. Suparman, mengenai tantangan fiskal, daya saing, dan investasi daerah di era desentralisasi fiskal. (raw)
Editor : Azwar Halim