NUNUKAN - Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Krayan Tengah, pada Selasa (20/5). Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat di lima desa, Krayan Tengah lumpuh total.
Camat Krayan Tengah Marjuni menyampaikan bencana longsor terjadi di Jalan Lingkar Krayan. Panjang jalan yang terputus sekira 8 meter antara Long Padi dengan Long Rungan. Dan jalan ini merupakan kewenangan Provinsi Kalimantan Utara.
"Kondisinya rusak parah, putus total, tidak dapat dilewati kendaraan roda 2 dan kendaraan roda 4," ucap Marjuni kepada Radar Tarakan, Rabu (21/5).
Dijelaskan, ruas jalan yang longsor kondisinya tidak memungkinkan untuk pembangunan jalan darurat. Sebab, sisi jalan yang longsor merupakan jurang dan sebelah atas jalan bertebing tinggi.
"Penangan longsor tidak dapat dikerjakan secara manual. Hanya dapat dikerjakan dengan menggunakan alat berat atau excavator," jelasnya.
Lanjutnya, dampak yang dihadapi atas terjadinya bencana longsor pada di jalan lingkar Krayan membuat aktivitas masyarakat lumpuh total.
Dimana, ada lima desa yang terdampak. Diantaranya, Desa Long Rungan, Desa Tang Paye, Desa Long Kelupan, Desa Long Padi dan Desa Tang Badui.
"Aktifitas masyarakat di 5 desa di wilayah Krayan Tengah untuk berpergian keluar masuk menggunakan Jalan Lingkar Krayan, Jalur Long Padi -Long Rungan lumpuh total," bebernya.
Jika situasi ini tidak ditangani segera akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Apalagi, akses darat ini merupakan jalur yang digunakan untuk distribusi kebutuhan masyarakat.
"Jika tidak di tangani cepat ini akan berimbas kepada kehidupan perekonomian masyarakat. Seperti pasakon barang kebutuhan pokok masyarakat tehenti, persedian berkurang," pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim