NUNUKAN - Usai banjir merendam Kecamatan Krayan pada Sabtu (17/5) lalu. Kini Kecamatan Sembakung dilanda banjir. Itu berdasarkan pemantauan personel BPBD Pos Sembakung.
Kepala BPBD Nunukan Arief Budiman menyampaikan pada Selasa (20/5) debit air sungai Sembakung kembali naik. Hal ini membuat sejumlah fasilitas umum hingga pendidikan terendam banjir.
"Kondisi TMA (tinggi muka air) Sungai Sembakung siang hari ini terpantau naik 4.20 meter. Kondisi cuaca hari ini di wilayah Kecamatan Sembakung cerah," ucap Arief Budiman kepada Radar Tarakan, Selasa (20/5).
Dijelaskan, kenaikan debit air sungai Sembakung diakibatkan curah hujan tinggi di wilayah Sembakung. Selain itu, faktor lainnya yakni banjir kiriman dari wilayah Malaysia yang merupakan hulu sungai Sembakung.
"Untuk desa yang terdampak ada tiga. Yakni Desa Atap, Manuk Bungkul dan Tagul. Untuk fasilitas yang terdampak yakni gedung SD, SMA, BPU, Pustu dan fasilitas umum lainnya," jelasnya.
Sementara, Kasubid Informasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Basir menambahkan sesuai dengan laporan BPBD Pos Lumbis TMA juga mengalami kenaikan.
TMA aliran Sungai Sembakung, Kecamatan Lumbis pada Selasa pukul 5.54 WITA sebelumnya pada Level 9,6 meter terpantau naik pada level 9,8 M pada pukul 13.31 WITA.
Kondisi aliran Sungai Sembakung wilayah Kecamatan Lumbis pada siang hari ini pada level waspada.
"Sementara, aktivitas masyarakat ramai lancar. Dan kondisi air aliran sungai Sembakung masih terpantau naik. Sebagian wilayah mansalong sudah terendap tapi masih Kondisi aman," pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim