NUNUKAN - Kondisi akses jalan menuju Krayan Selatan kian sulit dilalui kendaraan. Alhasil, jalur darat yang menghubungkan antara kecamatan di dataran tinggi Krayan lumpuh.
Kondisi ini disampaikan Camat Krayan Selatan Oktavianus Ramli. Kepada Radar Tarakan ia bercerita bahwa rusaknya akses jalan menuju Krayan Selatan terjadi sejak Oktober 2024 lalu. Situasi ini dikarenakan curah hujan tinggi terjadi di wilayahnya.
"Kalau jalan ini sejak Oktober tahun lalu. Karena curah hujan tinggi yang masih terjadi sampai sekarang. Dan saat ini tidak bisa dilewati kendaraan," ucap Oktavianus Ramli, Selasa (13/5).
Dijelaskan, karena kondisi jalan yang sulit dilalui membuat distribusi sembilan bahan pokok (Sembako) dan mobilitas orang tidak dapat dilakukan. Sebab, kendaraan yang melalui jalan tersebut akan tertahan di jalan hingga berhari-hari.
"Tidak ada lagi mobil yang mau masuk. Karena jalan rusak parah. Kemarin banyak kendaraan yang tertahan di jalan. Dan butuh bantuan kendaraan agar bisa ditarik untuk keluar dari jalan rusak," jelasnya.
Sementara, saat ini masyarakat mengandalkan transportasi udara. Namun, pesawat yang mendarat di Bandara Long Layu hanya melayani sekali dalam sepekan. Bahkan, bisa tidak melayani karena kondisi landasan pacu yang membahayakan.
"Jalur udara juga ini kurang lancar. Kalau hujan landasan tidak di daratin, karena licin dan becek membahayakan. Sementara, akses darat sudah lumpuh," kisahnya.
Ai mengaku, kebutuhan masyarakat saat ini dipasok menggunakan pesawat. Dan sekali pengiriman jumlahnya terbatas. Belum lagi, biaya ongkos angkut menggunakan pesawat cukup malah.
"Sehingga, barang yang masuk ke Krayan Selatan harganya juga naik. Karena ada biaya ongkos angkut. Dan pesawat ini terbatas. Bisa saja tidak terbang karena kondisi bandara apalagi kalau sudah hujan," pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim