NUNUKAN - Jelang keberangkatan Jemaah Calon Haji (CJH) Kabupaten Nunukan ke Tanah Suci pada musim haji 1446 H/2025 M, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Nunukan bekerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan Manasik Haji Massal.
Kegiatan ini menjadi rangkaian terakhir pembinaan sebelum para jemaah diberangkatkan ke embarkasi Haji Balikpapan pada tanggal 11 Mei 2025 mendatang.
CJH asal Nunukan akan tergabung dalam Kloter lima bersama daerah lain di Provinsi Kalimantan Utara.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, H. M. Shaberah menyampaikan, manasik kali ini terasa istimewa karena dilaksanakan langsung di wilayah perbatasan, tepatnya di Pulau Sebatik.
Sebatik dikenal sebagai pulau terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Menurut H. M. Shaberah, manasik haji penting dilaksanakan sebagai bekal ilmu dan persiapan mental-spiritual bagi para calon jemaah haji.
Baca Juga: Simpan Sabu di Oven, Wanita di Sebatik Ditangkap
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan utama dari manasik ini adalah agar jemaah dapat menunaikan ibadah haji dengan khusyuk, tertib, dan sesuai syariat, demi meraih predikat haji mabrur yang menjadi dambaan setiap Muslim.
“Semoga ilmu yang diperoleh calon jemaah haji bisa diimplementasikan dengan baik saat berada di Tanah Suci, sehingga ibadah hajinya diterima Allah SWT dan memperoleh pahala yang besar,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik sejak dini. Sebab, kondisi cuaca di Indonesia dengan Tanah Suci berbeda. Dibutuhkan fisik yang prima untuk menjalankan ibadah haji.
“Khusus kepada jemaah dari Pulau Sebatik, saya berpesan agar mulai menjaga kesehatan dari sekarang, hingga nanti saat berada di Tanah Suci. Kondisi cuaca dan aktivitas ibadah di sana membutuhkan fisik yang prima,” pung4kasnya. (akz/ana)
Editor : Azwar Halim