NUNUKAN - Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menerima kembali kunjungan Kyudenko Corporation, perusahaan Jepang yang bergerak di bidang Konstruksi, Desain, dan Instalasi Infrastruktur Tenaga Listrik. Sejumlah pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Seperti update Detail Study Proyek Proposal Hibrid PLTS dan PLTBm di Nunukan dan Sebatik oleh Kyudenko Corporation (UNDER NEDO).
Sebelumnya, pada 2020 Kyudenko melakukan Survei Lapangan berdasarkan informasi PLN Pusat Regional Kalimantan terkait dengan proyek untuk menstabilkan jaringan menggunakan hybrid.
Kemudian, lokasi awal adalah Kelurahan Mansapa Tanjung Harapan. Setelah semua dipersiapkan dengan matang Pemkab Nunukan, Kyudenko Corporation kembali melakukan kunjungan ke Nunukan untuk membahas beberapa hal terkait dengan pendistribusian bahan baku yang dianggap sangat tinggi.
Dan berdasarkan hasil study, diskusi serta negosiasi sepanjang 2023-2024 dengan ESDM dan pihak- pihak terkait lainnya.
Termasuk kunjungan lapangan ditemukan kendala terkait biaya transport bahan baku biomassa yang tinggi dan harus ditekan secara drastis.
Sehingga, Kyudenko Corporation mengatakan perlunya relokasi calon lokasi proyek untuk mengurangi biaya transportasi bahan baku biomassa yang sangat tinggi dimana Sebatik dan Sembakung dipertimbangkan sebagai opsi potensial.
Terkait hal ini mempertimbangkan persoalan yang akan dihadapi jika Sebatik dan Sembakung sebagai calon relokasi proyek. Ada beberapa pertimbangan relokasi didasarkan pada beberapa kondisi.
"Jika kita memilih Sebatik sebagai lokasi proyek kita dihadapkan dengan disana tidak ada PKS (Pabrik Kelapa Sawit) yang aktif. Satu-satunya PKS yang ada (PT Sempurna Sejahtera) tidak aktif sejak beberapa tahun lalu dan tidak beroperasi hingga sekarang. Dan hanya dihubungkan dengan 1 line kabel bawah laut PLN untuk mengirim listrik ke Sebatik, tidak cukup untuk mengirim listrik antara Nunukan dan Sebatik bila Pembangkit Listrik dibangun di Sebatik," ucap H. Irwan Sabri.
Dijelaskan, untuk wilayah Sembakung memiliki dua PKS yang teridentifikasi diperkirakan cukup untuk keperluan feedstock Biomassa pembangkit dari 2 PKS tersebut Nunukan dan Sembakung dihubungkan dengan dua line kabel bawah laut PLN.
Diperkirakan cukup untuk mengirimkan daya antara Nunukan dan Sembakung namun calon lahan yang baru di dua lokasi tersebut dimiliki oleh PERTAMINA atau PT PSL (Palem Segar Lestari).
"Menjadi tantangan tersendiri untuk bernegosiasi dengan pihak-pihak pemilik lahan," jelasnya
Karena sejumlah pertimbangan Maka pihaknya menyimpulkan untuk sementara relokasi lahan proyek yang baru belum dapat dipastikan dengan melihat kondisi yang ada.
"Relokasi calon lahan proyek sangat esensial diperlukan untuk mencapai kelayakan ekonomi proyek sebagai syarat utama penilaian NEDO sebagai pendana proyek ini," pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim