NUNUKAN - Selenggarakan Lomba Beduk Sahur pada Sabtu (15/3) malam, event Pemkab Nunukan disebut masih diminati masyarakat. Hanya saja, antusias masyarakat untuk turut hadir terlibat dalam perlombaan menurun, dimana jumlah pesertanya hanya 15 kelompok.
Bahkan, di kesempatan Ramadan kali ini, Lomba Beduk Sahur hanya diikuti oleh peserta pejalan kaki saja, tapi bukan tanpa alasan, tujuannya untuk membangkitkan semangat kebersamaan serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
“Kami mohon maaf jika pelaksanaannya masih sederhana, tetapi yang terpenting kebersamaannya,” ujar Plt. Sekda Nunukan, Ir. Jabbar saat melepas langsung perlombaan, Sabtu (15/3).
Jabbar sendiri tentu berharap tradisi Ramadan seperti perlombaan beduk sahur tersebut, dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Jabbar menerangkan, pihak panitia menyebutkan, jumlah peserta tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, Tahun sebelumnya biasanya dibagi menjadi dua kategori, yakni kelompok pejalan kaki dan mobil.
“Mungkin karena waktu pelaksanaan yang lebih awal, tapi ada juga yang dari luar Nunukan ikut, seperti Serbatik, harusnya tetap tapai. Yang jelas, kegiatan ini kan tujuannya menyemarakkan bulan suci Ramadan, kita juga bisa melihat potensi-potensi bakat peserta, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih meriah lagi,” harap Jabbar.
Meski demikian, antusiasme peserta tetaplah tinggi, lomba tersebut pun diharapkan menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang dan semakin semarak di masa mendatang.
Festival bedug sahur yang diikuti 15 kelompok peserta tersebut, rinciannya 2 kelompok peserta dari Pulau Sebatik dan 13 kelompok peserta dari Nunukan. Rute lomba pun meliputi jalan protokol yang ramai masyarakat Nunukan, dimulai dari Pelabuhan Tunon Taka, Jalan TVRI dan selesai di Alun-alun Nunukan.
“Saya sendiri lihat peserta semalam semangat semua, yang berjalan kaki sambil menabuh beduk sahur, mereka semua penuh semangat kebersamaan, kita juga bisa gali bakat mereka, syukurlah berjalan lancar,” beber Jabbar. (raw)
Editor : Azwar Halim