NUNUKAN - Seharian penuh hujan deras melanda Nunukan, berdampak kepada amblesnya jalan utama ke Kelurahan Mamolo, Nunukan Selatan, Senin (17/2). Jalan tersebut merupakan akses utama dan satu-satunya jika ingin ke Mamolo dan sekitarnya.
Meski terbilang masih bisa dilewati, jalan tersebut terus terkikis oleh derasnya hujan hingga menyebabkan longsor dan amblas.
Amblasnya juga sudah yang kesekian kalinya dan semakin parah. Sejauh ini belum ada upaya perbaikan yang dilakukan oleh pihak berwenang meskipun kerusakan semakin parah.
Manto, salah satu warga Kelurahan Mamolo pun keluhkan kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, jika terus dibiarkan, bisa saja membahayakan pengguna jalan.
“Dulu kan sudah pernah amblas itu, sudah lama itu, sekarang semakin parah, semakin melebar rusaknya,” ujar Manto
Padahal diakuinya, warga sudah pernah menyampaikan keadaan itu ke pihak terkait bahkan ke anggota DPRD Nunukan Dapil II Nunukan Selatan sejak juli 2024 lalu, namun, hingga saat ini belum ada tindakan yang jelas mengenai perbaikan jalan tersebut.
“Setelah dilaporkan, kami tentu berharap ada tindakan cepat waktu itu, karena ini kan akses utama bagi banyak orang terutama untuk distribusi barang dan kebutuhan masyarakat sekitar, tetapi sampai sekarang tidak ada juga kejelasan kapan perbaikan akan dilakukan ini,” keluh Manto
Anggota DPRD Dapil Nunukan Selatan, Andi Fajrul mengaku, sangat menyayangkan hal tersebut, karena belum ada respon dari pemerintah daerah menanggapi keluhan warga setempat.
Menurutnya, kerusakan jalan tersebut bukan hanya berdampak pada warga lokal, tetapi juga dapat mempengaruhi perekonomian wilayah yang sangat bergantung pada akses jalan tersebut.
Dirinya pun berharap agar pemerintah segera memberikan solusi yang konkret, agar jalan utama Mamolo dapat kembali dilalui dengan aman tanpa menambah kerugian bagi warga maupun pengguna jalan lainnya
“Jika jalan ini terus rusak tanpa perbaikan, kami khawatir dampaknya bisa lebih besar. Warga memerlukan akses jalan yang aman harusnya,” tambah Fajrul. (raw/lim)
Editor : Azwar Halim