NUNUKAN - Adanya kebijakan Pemerintah Malaysia yang melarang barang Malaysia masuk ke wilayah penghasilan beras Adan kian menyulitkan masyarakat mendapatkan kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako). Itu dikarenakan, kebutuhan masyarakat selama ini ditopang produk negeri jiran.
Camat Krayan Selatan Oktavianus Ramli menyampaikan adanya kebijakan Pemerintah Malaysia kini berdampak pada seluruh wilayah di dataran tinggi Krayan. Dimana, barang seperti minyak goreng, gula, tepung dan bahan bangunan tidak diizinkan keluar wilayah Malaysia.
"Ini dampak dari diperketat di perbatasan pihak Malaysia untuk menjaga barang-baranf keluar dari Malaysia. Seperti, gula, minyak goreng, gas, tepung, BBM dan barang-barang bangunan," ucap Oktavianus Ramli kepada Radar Tarakan, Minggu (9/2).
Dijelaskan, kebutuhan masyarakat di Krayan ditopang dari produk Malaysia. Dengan kebijakan pengetatan keluarnya sembako membuat wilayah di Krayan merasakan kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok masyarakat.
"Barang kawalan Malaysia tidak boleh keluar Malaysia. Krayan keseluhan mengalami dampak ini. Sementara, barang dari Malaysia hampir 80 persen dijual di Krayan," jelasnya.
Pengetatan keluarnya produk Malaysia masuk ke Krayan terjadi sepekan terakhir. Dimana, pemeriksaan dilakukan di wilayah perbatasan yang dilakukan petugas Imigresen dan Polis Malaysia.
"Terkait pelarangan barang keluar dari Malaysia sudah berlangsung 1 minggu ini, ini kebijakan dari pihak Malaysia," pungkasnya. (akz
Editor : Azwar Halim