NUNUKAN - Masyarakat di Kecamatan Krayan Selatan kini mulai merasakan sulitnya kebutuhan bahan pokok. Ini dikarenakan distribusi menuju Krayan Selatan yang selama ini dipasok melalui Kecamatan Krayan terhambat lantaran rusaknya akses jalan dan jembatan
Hal ini diungkapkan Camat Krayan, Selatan Oktavianus Ramli ketika dikonfirmasi Radar Tarakan, Minggu (2/2). Ia mengungkapkan, kebutuhan masyarakat seperti sembilan bahan pokok (Sembako) dan bahan pokok penting (bapokting) saat ini mulai sulit ditemukan.
"Untuk kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ini mulai terasa dengan langka. Beberapa jenis barang seperti minyak goreng, BBM (bahan bakar minyak) , barang bahan bangunan," ucap Oktavianus Ramli.
Dijelaskan, selain kesulitan kebutuhan sembako dan bapokting. Harga kebutuhan masyarakat mulai naik dari harga sebelumnya. Itu dikarenakan, biayanya yang harus dikeluarkan untuk distribusi barang juga mengalami kenaikan.
"Apalagi dengan kondisi ini ongkos barang dan orang mulai naik. Seperti mobil ongkos semula Rp 150 ribu naik menjadi Rp 350 ribu. Kemudian barang untuk 1 kilogram semula Rp 3 ribu naik menjadi Rp 5 ribu," jelasnya.
Situasi saat ini tidak hanya dirasakan masyarakat di Kecamatan Krayan Selatan saja. Tetapi, kecamatan lain seperti Krayan Tengah juga ikut terdampak. Sebab, selama ini dari Kecamatan Krayan menuju Krayan Tengah melalui akses jalan dan jembatan di Krayan Selatan.
"Stok barang di toko juga berkurang. Ini di ibu kota kecamatan belum lagi di desa yang berada di hilir serta Kecamatan Krayan Tengah juga merasakan dampak yang terjadi saat ini," jelasnya. (akz/lim)
Editor : Azwar Halim