Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Awal Tahun, Harga Cabai Melambung Tinggi

Asrullah RT • Senin, 6 Januari 2025 | 17:30 WIB
ASRULLAH HARGA NAIK : Tidak adanya angkutan lain yang masuk ke Nunukan dari Parepare, Sulawesi Selatan membuat harga cabai di pasar naik.
ASRULLAH HARGA NAIK : Tidak adanya angkutan lain yang masuk ke Nunukan dari Parepare, Sulawesi Selatan membuat harga cabai di pasar naik.

NUNUKAN - Sejumlah komoditas barang kebutuhan pokok di awal tahun mengalami kenaikan cukup signifikan. Itu berdasarkan pantauan harga yang dilakukan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMKMPP) Nunukan.

Fungsional Perdagangan Dalam Negeri pada DKUMKMPP Nunukan, Abdul Rahman menyampaikan berdasarkan data ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan harga. Seperti cabai dan daging serta telur ayam ras.

"Seperti cabai rawit merah pada 30 Desember 2024 harga perkilogram Rp 85 ribu rupiah hingga Rp 90 ribu rupiah. Saat ini naik menjadi Rp 110 ribu rupiah hingga Rp 120 ribu rupiah," ucap Abdul Rahman kepada Radar Tarakan, Senin (6/1).

Kemudian, kenaikan harga juga terjadi pada cabai rawit hijau. Sebelum di harga Rp 85 ribu rupiah hingga Rp 90 ribu rupiah kini naik menjadi Rp 110 ribu menjadi Rp 120 ribu rupiah perkilogram.

Hal yang sama juga terjadi pada telur ayam ras. Kini harga perkilogram sebesar Rp 35 ribu hingga 40 ribu perkilogram. Padahal pada 30 Desember 2024 harganya sebesar Rp 30 ribu rupiah perkilogram.

"Untuk harga daging ayam ras mengalami penurunan harga. Sebelumnya Rp 54 ribu rupiah hingga Rp 58 ribu rupiah kilogram perkilogram kini menjadi Rp 44 ribu rupiah hingga Rp 48 ribu rupiah," ungkapnya.

Sedangkan kebutuhan seperti minyak goreng stabil di harga Rp 22 ribu rupiah hingga Rp 25 ribu rupiah perliter untuk jenis premium. Dan produksi Minyakita di harga Rp 17 ribu perliter.

Menurutnya, terjadi perubahan harga dipasaran dikarenakan kesulitan transportasi. Sebab, sejumlah kebutuhan masyarakat Nunukan selama ini dipasok dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Sejak akhir tahun tidak ada kapal masuk. Baik kapal swasta maupun Pelni. Namun, informasi Jumat (10/1) ini ada kapal yang masuk. Sehingga, harga kebutuhan diprediksi akan kembali stabil," pungkasnya. (akz)

Editor : Azwar Halim
#harga cabai melambung tinggi #kaltara #DKUMKMPP #awal tahun