NUNUKAN - Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau mengusulkan peningkatan konektivitas antar negara khususnya Indonesia-Malaysia. Itu disampaikan saat pertemuan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-the Philippines East Asia Growth Area (BIMP EAGA) di Kota Kinabalu, Sabah.
Konsul RI Tawau Aris Heru Utomo menyampaikan pihaknya sangat menyambut baik pokok-pokok pembahasan dalam forum yang memiliki peran penting untuk dapat mendorong percepatan pembangunan di kawasan perbatasan.
Menurutnya, memperhatikan perkembangan pembangunan ibu kota baru Indonesia di IKN, Konsul RI Tawau menilai bahwa kiranya dapat dipertimbangkan untuk membuka jalur penerbangan Balikpapan-Tawau.
"Sementara itu, memperhatikan banyaknya masyarakat di Sabah (khususnya di Tawau) yang berasal dari suku-suku di Sulawesi Selatan, Konsul RI memandang kiranya dapat dibuka jalur penerbangan Makassar-Tawau," jelasnya.
Kemudian, dalam hal konektivitas darat, Konsul RI memandang bahwa penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan raya dan segala sarana pendukungnya yang menghubungkan Sei Menggaris, Nunukan dan Serudong, Distrik Kalabakan, Malaysia.
"Rute ini melewati titik A708 diharapkan dapat segera diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama," pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim