NUNUKAN - Dalam rencana pergelaran Festival Seni dan Budaya Urang Banjar di Nunukan, pada akhir Oktober mendatang, sebanyak sepuluh jenis makanan khas etnis Banjar, terpilih untuk ditampilkan di festival tersebut.
Makanan khas tersebut adalah, Lapat Kuah Kacang, Lontong Sayur, Pepes Iwak Patin, Mihun Samarinda, Gangan Asam Banjar, Pundut Nasi, Nasi Kuning Masak Habang, Bubur Ganepo, Bubur Gunting dan Iwak Karing Garih Batanak.
Ketua Panitia Festival, Abdul Hafiz Anshori mengatakan, kuliner suku Banjar yang terpilih tersebut, terpilih dari hasil penilaian 3 juri, saat uji coba pada Sabtu (5/10).
“Kemarin di tester oleh tiga orang juri, mereka adalah Penasihat Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Utara (KBBKU) Nunukan, H. Saprani, kemudian Ketua Ikatakan Pemuda Bubuhan Banjar (IPBB) Nunukan, Asrul Samsul Masri dan Tokoh Perempuan Banjar di Nunukan Rina Dwi
Julianti,” ungkap Hafiz ketika dikonfirmasi, Senin (7/10).
Makanan khas tersebut, akan ditampilkan dalam Festival Seni dan Budaya Urang Banjar yang juga akan menampilkan jenis tarian Kalimantan Selatan yang merupakan daerah asal leluhur suku Banjar, untuk diperkenalkan kepada masyarakat majemuk yang ada di Nunukan.
Festival tersebut, sejatinya realisasi program kerja IPBB Nunukan. Menurut Hafiz, sama seperti etnis lainnya, sebagai salah satu komunitas perantauan yang hidup dan tinggal di Nunukan, tentunya pihaknya juga ingin memperkenalkan lebih luas keragaman budaya daerah suku Banjar.
Dari kegiatan itu pula, menegaskan bukti kekayaan dan keberagaman masyarakat yang dimiliki bangsa Indonesia.
“Ini sebenarnya kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan, namun melihat tingginya antusias masyarakat etnis Banjar yang meliputi even ini, kami menjanjikan akan menjadikannya sebagai kegiatan rutin tahunan IPBB Nunukan,” janji Hafiz. (raw/lim)
Editor : Azwar Halim