NUNUKAN - Kementerian Agama (Kemenag) RI meneteskan Masjid Al Akza sebagai peraih nomonator pada Ajang Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (AMPeRa) untuk kategori Masjid Jami’ 2024.
Masjid Al Akza yang berlokasi di Jalan Antasari, Kelurahan Nunukan Timur mampu mengungguli sekitar 700 ribu masjid Jami atau masjid di tingkat desa dan tingkat kelurahan di seluruh Indonesia.
Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid sangat mengapresiasi kepada pengurus masjid yang telah sukses membawa Kabupaten Nunukan ke tingkat Nasional.
Dimana, Masjid Al Akza meraih Kategori Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (AMPeRa) untuk kategori Masjid Jami’ 2024.
"Tentunya, terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada pengurus masjid yang telah sukses membawa Kabupaten Nunukan ke tingkat Nasional. Pencapaian yang diterima Masjid Al Azka ini adalah sebuah terobosan yang luar biasa," ucap Hj. Asmin Laura Hafid.
Ia bercerita, Masjid Al Akza terbilang kecil berada di dalam gang di tengah pemukiman penduduk yang padat bisa meraih sukses hingga ke tingkat Nasional.
"MasyAllah, ini adalah terobosan yang luar biasa diluar dari prediksi saya pribadi. Dimana saat ini kita sedang menghadapi suasana politik saya mendapat khabar gembira terkait dengan keberhasilan Masjid Al Azka meraih juara 1 tingkat Nasional," jelasnya.
Lanjutnya, keberhasilan ini adalah kabar sebagai penyemangat buat daerah dan petunjuk kebaikan untuk Kabupaten Nunukan.
Untuk itu, ia berharap prestasi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan dan ditularkan ke masjid masjid lainnya yang ada di Nunukan.
"Kabar ini adalah sebagai penyemangat dan petunjuk kebaikan bagi daerah kita, dimana kita dari hari ke hari membawa kemajuan kemajuan meskipun dalam bentuk sesederhana mungkin secara kasat mata. Saya harap ini dapat dipertahankan atau bahkan lebih ditingkatkan lagi untuk kesejahteraan masyarakat di sekitar masjid. Kami dari pemerintah daerah akan terus mendukung," pesannya.
Sementara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, H. Muhammad Shaberah menambahkan, pencapaian para pemenang tersebut bukanlah akhir. Tetapi awal dari upaya masjid-masjid terpilih untuk membuktikan status percontohannya.
“Jangan terlena dan berhenti berbenah diri setelah dianugerahi penghargaan ini, tingkatkan,” tegasnya.
Baginya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari upaya takmir memakmurkan masjid, mulai dari pengelolaan anggaran hingga berbagai program yang dilaksanakan di masjid tersebut.
”Memang masjid itu selama ini para takmirnya fokus dalam memakmurkan masjid, saldonya pun bisa dibilang nol rupiah, karena banyak kegiatan yang dilakukan, ada kajian untuk umum juga untuk anak-anak, itu salah satu nilai plusnya, alhamdulillah kita bersyukur perwakilan Kalimantan Utara itu Kabupaten Nunukan dan bisa juara I tingkat Nasional,” ungkapnya.
Masjid percontohan ramah lingkungan, diharapkan menjadi laboratorium bagi jemaah dan pengurus masjid untuk mengenal, memahami, dan mengimplementasikan konsep ramah lingkungan tersebut.
Untuk diketahui, masjid Al Akza berdiri sejak 2018 di atas lahan kurang lebih sekitar 600 meter persegi. Dengan luas bangunan sekitar 300 meter persegi dan luas lahan parkir maupun sarana lainnya mencapai 500 meter persegi.
"Kondisi tersebut akan terus berbenah untuk kepentingan ummat sesuai dengan visi misi maupun motto layanannya dimana apabila masjidnya makmur maka warga masyarakat juga harus dalam keadaan makmur," tutupnya. (akz)