NUNUKAN - Seorang anggota kepolisian (Polri) dari Polda Kaltara berinisiatif membuka kelas les bahasa Inggris secara gratis di Sebatik. Lembaga itu dinamai English Academy Bengkulu Sebatik atau disingkat EABS.
Dia adalah AKP M. Ricko Veandra. Menurutnya, polisi di perbatasan tidaklah terbatas. Itu dia buktikan dengan mempelopori berdirinya sebuah kelas Les bahasa Inggris di Sebatik yang sudah berjalan sejak Agustus lalu.
Kelas tersebut berlokasi di Jalan H. Beddurahim, desa Sungai Pancang, kecamatan Sebatik Utara dan telah memiliki pengajar lulusan strata 1 pendidikan bahasa Inggris. Sasarannya tentu anak-anak di perbatasan RI-Malaysia di Sebatik.
“Saya melihat ada peluang dalam jangka panjang dalam penggunaan bahasa Inggris di wilayah perbatasan Sebatik ini.
Saya melihat suatu saat nanti, potensi perlintasan manusia tidak sebatas negara Malaysia saja, bisa jadi Filipina maupun Thailand di perbatasan Sebatik sini akan memulai perlintasannya,” ujar Ricko kepada wartawan, Rabu (4/9).
Menurutnya, dalam perlintasan akan terjadi transfer budaya dan saling tukar kebiasaan yang berujung saling belajar.
Sayang sekali bila potensi ini tidak memupuk dasar pengetahuan akan bahasa Inggris yang dari kecil untuk mempersiapkan generasi muda anak-anak sebatik kedepannya untuk punya potensi berkomunikasi internasional dengan warga asing lainnya nantinya.
Terlebih ketika PLBN jika sudah beroperasi efektif, maka akan terbuka sekali bertemunya warga perbatasan dengan warga negara lain.
Alhasil, jika menguasai bahasa inggris sedari kecil, nanti pada usia produktif di sekitar 20-30an tahun, anak itu akan memiliki daya saing di kancah internasional.
“Jadi dengan menguasai bahasa Inggris, anak-anak Sebatik memiliki peluang kerja yang luas dan terhindar dari pengaruh negatif, makanya investasi dalam pembelajaran bahasa Inggris sejak dini ini, dianggap penting untuk masa depan generasi perbatasan yang cerdas dan siap bersaing secara global nantinya,” harap Ricko.
English Academy Sebatik sendiri tetap berjalan dengan tingginya minat belajar bahasa inggris siswa siswi di Sebatik, meskipun Ricko sendiri mengaku sekarang sudah pindah tugas di SDM Polda Kaltara.
Ricko membawa guru bahasa Inggris langsung dari tanah kelahirannya yaitu Bengkulu untuk sementara mengajar di English Academy Sebatik. Pengajar itu bernama Medio Arton Senna, S.Pd, dan Andika Putra, S.Pd.
Saat ini, murid yang aktif berjumlah 11 orang, dan untuk total murid keseluruhan dari awal opening sekitar 50 orang hingga sekarang. (raw/lim)
Editor : Azwar Halim