Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

APRL Nunukan Sebut Biaya Kontainer Tol Laut Terlalu Tinggi

Radar Tarakan • Selasa, 27 Agustus 2024 | 10:00 WIB
FOTO: RADAR TARAKAN Feri Ketua APRL Nunukan
FOTO: RADAR TARAKAN Feri Ketua APRL Nunukan

NUNUKAN - Biaya sewa kontainer pada tol laut disebutkan tinggi yang berujung kepada beratnya pembiayaan pada pedagang rumput laut, apalagi harga rumput laut saat ini sedang melemah.

Biaya pengangkutan menggunakan kontainer disebutkan meningkat hingga Rp 4,5 juta. Hal itu pun menjadi sorotan Asosiasi Pedagang Rumput Laut (APRL) Nunukan lantaran banyaknya pedagang yang mengeluh akan tarif kontainer tersebut.

Ketua APRL Nunukan, Feri sendiri mempertanyakan subsidi yang diberlakukan. Jika melihat keadaan, harga rumput laut sangat lemah namun biaya pengiriman kontainer program tol laut sangat mahal.

“Subsidinya di mana jika biaya pengiriman menggunakan kontainer lewat program tol laut itu sangat mahal,” ujar Feri, Senin (26/8).

Feri mengaku, dari hasil penelusuran APRL, harga satu kontainer tol laut untuk pengiriman ternyata hanya Rp 2.189.500. Harga ini sesuai di dalam aplikasi sistem tol laut (SITOL).

Kemudian, ada biaya penyegelan, jasa pengawasan dan Pelindo itu sebesar Rp 400 ribu. Jika ditotal dengan biaya booking aplikasi untuk kontainer, sebesar Rp 2.589.500.

Untuk harga Rp 4,5 juta, Feri menegaskan merupakan harga yang dipatok pihak shipper atau jasa pengiriman barang yang telah berbadan hukum.

Sebab, di Nunukan tercatat ada delapan perusahaan jasa pengiriman yang menangani komoditi rumput laut dan bernaung di Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kabupaten Nunukan.

"Tapi, kita enggak tahu apa saja rinciannya dari beban biaya yang harus dikeluarkan oleh pengguna jasa pengiriman alias pedagang rumput laut. Karena, memang tidak penjelasan baik dari pihak shipper maupun ALFI selaku asosiasi yang menaungi seluruh shipper di Nunukan," ungkapnya.

Dengan kondisi harga rumput laut saat ini yang hanya berkisar Rp 7-8 ribu per kilogram, dia berharap dan meminta biaya pengiriman dengan kontainer dapat dikembalikan ke harga subsidi sesuai aplikasi yakni Rp 2.589.500.

Padahal jika pun ada biaya jasa dari shipper, di angka Rp 3 juta sudah terbilang untung, hal ini berkaitan dengan derita pedagang, dimana harga jualnya rumput laut sudah murah namun pengirimannya mahal.

Sementara itu, Ketua DPC ALFI Nunukan Sumari mengatakan, untuk biaya Rp 4,5 juta setiap kali pengiriman merupakan hasil kesepakatan antara ALFI Nunukan dan delapan perusahaan shipper.

Sayangnya, terkait rinciannya, pihaknya belum tahu secara detail, karena menurut pihak shipper, penentuan besaran biaya tersebut juga telah disepakati oleh pedagang, hanya saja masih berupa lisan bukan kesepakatan tertulis.

Namun begitu, Sumari menegaskan bahwa sudah mengagendakan untuk bertemu dengan Kepala KSOP Nunukan untuk mempertanyakan berapa sebenarnya biaya pengiriman dan siapa yang berhak menentukan besaran biaya tersebut.

Begitu juga dengan APRL, dia mengaku dalam waktu dekat ini akan mengundang pihak-pihak terkait baik itu, KSOP Nunukan, Pelindo Regional 4 Nunukan, Dinas Perhubungan Nunukan, Dinas Perdagangan Nunukan, Koperasi TKBM, APRL dan delapan perusahaan shipper tersebut, untuk kembali melakukan pertemuan.

"Kita juga ingin agar secepatnya selesai dan mendapatkan penjelasan secara jelas dari shipper di Nunukan.

Nanti, baru kita buat kesepakatan berapa sebenarnya biaya yang harus dikeluarkan karena ini juga menyangkut program pemerintah,” beber Sumari. (raw/lim)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #nunukan #APRL Nunukan #Biaya Kontainer Tol Laut Terlalu Tinggi #kontainer