NUNUKAN - Pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Nunukan dikukuhkan pada Kamis (15/8). Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid didapuk sebagai pembina upacara pengukuhan paskibraka yang akan bertugas pada 17 Agustus nantinya.
Proses pengukuhan Paskibraka Nunukan diikuti 49 orang berlangsung khidmat. Bagaimana tidak, sebelum dikukuhkan sejumlah tantangan harus dilalui calon paskibraka ini.
Melalui sejumlah seleksi kemudian mengikuti proses latihan cukup lama.
Usia dikukuhkan, para paskibraka ini akan bertugas dalam pengibaran dan penurunan bendera merah putih pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun Ke-79 Republik Indonesia di Halaman Kantor Bupati Nunukan.
Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan pernyataan pengukuhan. Kemudian, dilanjutkan dengan pengucapan ikrar putra Indonesia serta pemasangan sabuk dan kendit secara simbolis kepada pemimpin upacara Bupati Nunukan kemudian mencium bendera merah putih sebagai tanda bakti kepada negeri.
"Satu hal yang perlu ditanamkan bahwa visi paskibraka tidak boleh berhenti pada momentum HUT Ke-79 RI saja. Namun patriotisme, jiwa nasionalisme, dan kepemimpinan yang terbentuk harus mampu di jaga dan di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Hj. Asmin Laura Hafid.
Dijelaskan, sebagai putra putri Indonesia pilihan, harus memberikan energi positif bagi generasi muda dan juga masyarakat.
Sehingga, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mendoakan, memberikan dorongan dan motivasi kepada anak-anaknya.
Diakhir masa jabatannya, Laura optimis, anggota paskibraka dapat menunaikan tugas dengan baik dan suskes. Dan mampu bertahan dalam setiap proses seleksi dan latihan yang sangat berat.
"Tak lupa juga saya ucapan terima kasih kepada pembina, pembimbing, pelatih, dan panitia atas segala usaha dan kesabaran dalam membimbing putra putri Indonesia di Kabupaten Nunukan selama proses pelatihan," tambahnya. (akz/lim)
Editor : Azwar Halim