Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Masih ada SD di Sembakung Kekurangan Ruang Kelas Belajar

Radar Tarakan • Senin, 29 Juli 2024 | 11:25 WIB

 

DOK SD 13 SEMBAKUNG MEMBAGI RUANGAN: Ruang kelas belajar di DS 13 di Sembakung terpaksa dibagi karena sekolah kekurangan ruang kelas.
DOK SD 13 SEMBAKUNG MEMBAGI RUANGAN: Ruang kelas belajar di DS 13 di Sembakung terpaksa dibagi karena sekolah kekurangan ruang kelas.

NUNUKAN - Salah satu Sekolah Dasar (SD) di Sembakung, yakni SD 13 Kecamatan Sembakung, diketahui sedang kekurangan ruang kelas belajar (RKB).

Mereka hanya memiliki dua RKB yang dibagi menjadi 4 kelas, termasuk ruang guru juga sudah digunakan untuk murid belajar.

Sekolah tersebut berada di Desa Butas Bagu, merupakan sekolah relokasi dari SD 08 Sembakung yang keseringan terkena dampak banjir.

Alhasil pada tahun 2018 lalu, SD 13 Sembakung pun dibangun, sayangnya hanya dibangunkan dua RKB saja dan satu ruangan kantor guru.

“Sekolah kami itu 1 bangunan saja, luasnya 30 meter kali 9 meter, di satu gedung itu, dipakai untuk ruang kantor juga, ada kelas juga yang sudah kami bagi jadi dua kelas masing-masing, kami sekat dengan tripleks,” ujar Kepala Sekolah SD 18 Sembakung, Lango Lukas ketika dihubungi, Jumat (26/7).

Lukas mengaku, ruangan memang sengaja di sekat, karena jika tidak, pembelajaran para pelajar akan terganggu, RKB akan tercampur misalnya dalam satu kelas, ada kelas 1 dan kelas 2, saat tercampuran anak murid pun sering ribut.

“Itu juga masih ada saja gangguan ribut-ribut, kadang anak-anak pukul pukul dinding yang di sekat, makanya kami bingung juga sudah mengatasi anak-anak ini,” tambah Lukas.

Saat ini, hanya ada 4 kelas dalam 2 RKB yang diisi dari pelajar kelas 1 sampai kelas 4. Dua kelas terakhir, terpaksa harus ditampung belajar di ruang kantor guru, itu untuk murid kelas 5 dan 6.

“Ya, kelas lima dan kelas enam, kami tampung di kantor saja sudah, pokoknya guru pun gabung dengan siswa juga sudah,” ungkap Lukas lagi.

Murid SD 18 Sembakung saat ini, ada sebanyak 60 orang. Jumlah itu sebenarnya juga telah berkurang, dimana tahun 2018 lalu, pelajar ada sebanyak 80 orang.

Para orang tua yang sudah tidak tahan atas keadaan sekolah, akhirnya memindahkan anak-anak mereka ke sekolah lainnya.

Persoalan SD tersebut, sudah sering disampaikan ke pemerintah bahkan ke anggota DPRD Nunukan.

Mereka bahkan juga pernah ditinjau oleh Dinas PUPR Provinsi, saat itu datang melakukan pengukuran sekolah, bahkan ada 5 desa yang dilayani akan dibangunkan gedung sekolah, namun yang lebih dahulu harus dibangun adalah di wilayah Kecamatan Lumbis.

“Kata mereka selanjutnya baru Sembakung, ujung-ujungnya sampai sekarang belum ada tindakan untuk dibangun lagi, padahal kami berharap sekali dengan mereka waktu itu, minimal ada solusi jangka pendek saja dahulu,” harap Lukas.

Padahal di sekolah mereka ada delapan orang guru dengan 3 orang guru ASN. Tentu mereka saat ini sangat minta diperhatikan atas kondisi yang terjadi. (raw/lim)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #Kekurangan RKB #nunukan #sembakung #sd