NUNUKAN - Akhir tahun 2024 ini, Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Serta Pertanahan (DPRKPP) Nunukan punya beberapa kegiatan fisik yang meliputi pembangunan jembatan, jalan pemukiman, dan drainase yang difokuskan di beberapa titik di wilayah Nunukan Selatan.
Itu diungkapkan Kabid Pengembangan Perumahan pada DPRKPP Nunukan, Baleke. Dirinya mengungkapkan, pembangunan itu meliputi pembangunan Jembatan Akses Jalan RT 10 di Kelurahan Tanjung Harapan, Tarakan Barat.
Kemudian jalan utama Ke permukiman Lorong 1 (Mamolo) dan Pembangunan Jembatan Penyeberangan (Jerambah) Lorong 1 RT 12 Mamolo.
“Kita juga akan rehabilitasi Jembatan RT 11 Mamolo, serta pembangunan drainase di lingkungan RT 03 Mamolo.
Jadi memang pembangunan jembatan di Mamolo ada 2, 1 rehab dan satunya pembangunan drainase yang melanjutkan dari pembangunan pada tahun sebelumnya,” ungkap Baleke kepada wartawan, Minggu (21/7).
Sementara itu di Kelurahan Mansapa, akan ada pembangunan jalan semenisasi di Jalan Panamas dan jalan Mosolah RT 04 Baleke menyebutkan, paket pekerjaan tersebut akan dilaksanakan pada bulan Agustus atau September mendatang.
“Ya, semantara ini kita lakukan persiapan dan sebagian sudah tahap perencanaan, waktu pengerjaan rencana nya akan dikerjakan pada bulan Agustus atau September, jika material tersedia pengerjaan bisa rampung dalam sebulan,” sebutnya.
Dalam pembangunan tersebut, pagu paket pembangunan berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 200 juta yang dialokasikan dari sumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Nunukan 2024.
“Pagu pembangunan jembatan jerambah yaitu Rp 100 juta, untuk drainase lingkungan nilai fisiknya Rp 200 juta dan pembangunan jalan pemukiman RT 05 nilainya Rp 100 juta," tambahnya.
Untuk rehab jembatan, Beleke menegaskan tidak ada pelebaran, rehab hanya difokuskan pada bagian yang yang rusak, misalnya mengganti lantai dan gelagar yang rusak patah dan menurunnya kayu, perbaikan paku yang lepas, tiang yang menggantung dan kerusakan lainnya.
Baleke pun berharap, pembangunan jembatan dan jalan tersebut nantinya, dapat digunakan secara bijak oleh warga masyarakat setempat, tidak menaikan barang-barang yang melebihi muatan yang berpotensi cepat merusak jembatan.
“Maka kami minta juga kepada masyarakat disana, setelah nanti selesai bisa digunakan dan dipelihara, karena itu nantikan merupakan akses utama, jadi mobilitas masyarakat dalam beraktifitas bisa terjamin keamananya,” harap Baleke. (raw/lim)
Editor : Azwar Halim