NUNUKAN - Setidaknya, sudah ada 20 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diterima langsung di Nunukan, dimana mereka akan melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Kecamatan Sebatik Timur.
Mereka diterima Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Asmar, bersama Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah Bappeda Litbang, Budi Marjoko di kantor desa tanjung harapan, Sabtu (29/6) kemarin.
Asmar mengatakan, pihaknya bangga, karena telah diberikan kepercayaan oleh pihak UGM dengan menempatkan mahasiswanya melaksanakan KKN di wilayah Pulau Sebatik.
Dirinya pun berharap dengan beberapa prodi yang dibawa mahasiswa KKN, dapat berkontribusi memberikan berbagai ide dan manfaat kepada masyarakat dan kemajuan pembangunan di dua desa yang menjadi lokus KKN nantinya.
"Ya, jadi dengan latar belakang prodi yang berbeda, kami berharap mereka dapat memberikan kontribusi yang positif, memberikan manfaat dan berbagai ide atau gagasan untuk kemajuan pembangunan di desa tanjung aru dan desa tanjung harapan di Sebatik Timur ini," harap Asmar ketika diwawancarai, Senin (1/7).
Saat menyambutnya, Asmar mengaku berpesan supaya seluruh mahasiswa KKN dapat menjaga almamater, seperti diketahui kondisi wilayah serta adat istiadat yang berbeda-beda. Asmar tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Termasuk kami imbau kepada camat dan kepala desa agar terus memantau para mahasiswa dan masyarakat supaya tercipta kolaborasi yang baik sesuai dengan yang kita harapkan," tambahnya.
Program KKN PPN UGM akan berlangsung di dua desa yakni desa tanjung aru dan desa tanjung harapan tersebut, mengusung program penyediaan sarana dan prasarana sanitasi dan kampanye PHBS sanitasi, LKP pondok pesantren mutiara bangsa sebatik, serta optimalisasi potensi lokal di Kecamatan Sebatik Timur.
Tujuannya tentu demi memberikan kontribusi positif kepada masyarakat terutama mengembangkan sektor pertanian dan pangan di wilayah Kecamatan Sebatik Timur.
Sementara itu, koordinator KKN Zuhrotul Maulida mengatakan, tujuan KKN di sebatik timur tersebut, tentu untuk berkolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat demi melakukan program kerja.
"KKN kami selama 50 hari mulai dari tanggal 1 Juli hingga 19 Agustus 2024, untuk itu kami mohon bantuan dan arahannya, atas program yang akan kami usulkan," harap Maulida. (raw/lim)
Editor : Azwar Halim