NUNUKAN - Pendistribusian air yang dilakukan secara bergilir disebutkan bakal terus terjadi hingga Mei mendatang. Itu karena keadaan kemarau diprediksi bakal terjadi hingga Mei mendatang.
Curah hujan diprediksi baru akan mengguyuri wilayah Nunukan induk, pada Mei minggu ketiga. Itu ditegaskan Direktrur Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan, Masdi. Dirinya mengaku, kemarau tahun ini merupakan yang terparah yang pernah terjadi.
“Ini semakin jauh kemaraunya, tapi mungkin kita diingatkan, jagalah air dan hutan kita,” ujarnya kepada wartawan ketika diwawancarai, Senin (26/2).
Baca Juga: Beras Dijual Melampaui Harga Eceran Tertinggi di Tarakan
Dengan minimnya air di perpipaan, pihaknya mengambil langkah dengan tetap mendistribusikan meski bukan lagi air hujan, melainkan air sungai. Itu yang menyebabkan debit air yang dialirkan kecil.
Dimana yang biasanya debit air yang didistribusikan 120 liter menjadi 25 liter per detik yang diberlakukan dua embung utama masyarakat Nunukan yakni embung Bolong dan embung Sei Bilal.
“Kami tetap upayakan bagaimana pun tetap mengalir, meskipun debitnya kecil, waktu pengaliran dibagi dua hari wilayah sini, dua hari wilayah sana, artinya menunggu 5 hari waktu antri pengaliran,” ungkap Masdi.
Baca Juga: BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat Hidrometeorologi, Kemarau Diprediksi Hingga Maret
Di sisi samping itu, Masdi menyebutkan menghadapi kemarau, pihaknya juga punya air dari sumur bor yang bisa digunakan masyarakat. Sumur bor tersebut merupakan kumpulan dari CSR dari sejumlah perusahaan.
Setidaknya ada 7 titik sumur bor yang berada di Sei Bolong Nunukan Utara, Sei Bilal Nunukan Barat, kemudian Lumba-Lumba Nunukan Timur, seluruh sumur bor aktif. Namun memang air yang dihasilkan dengan skala kecil dan hanya mampu memberikan warga di wilayah sekitar saja.
Di satu sisi bagi-bagi air juga dilakukan untuk menghadapi kemarau. Bagi-bagi air sejatinya menggandeng BPBD Nunukan, Disdamkar Nunukan, PMI Nunukan, DLH Nunukan, termasuk Polres Nunukan yang dananya dari PDAM.
Baca Juga: Pemkot Tarakan Cairkan Bonus Porwada 2023
Sumber airnya berasal dari embung yang masih normal, seperti IPA Binusan dan Mamolo. IPA tersebut disebut masih tinggi memproduksi air dengan debit 10 liter perdetik.
“Kita membagikan air dengan mengalirkan 10 sampai 15 tangki air mobil truk perharinya untuk wilayah yang benar-benar terdampak di wilayah Nunukan khsususnya, melihat kondisi ini kita berdoalah supaya hujan lebih cepat turun dari prediksi sebelumnya,” harap Masdi. (raw/ana)
Editor : Azwar Halim