NUNUKAN - Pihak Bawaslu Nunukan mengungkap sejumlah potensi kerawanan yang bisa saja terjadi pada pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) yang berlangsung Sabtu (24/2) hari ini.
Itu diungkapkan, Komisioner Bawaslu Divisi Hukum dan Pencegahan Hubungan Masyarakat dan Pengawasan Partisipatif pada Bawaslu Nunukan, Menurut Hariadi, kerawanan terjadinya politik uang sangat besar potensinya terjadi pada PSU.
Itu tentunya akan merugikan salah satu calon tertentu atau bahkan sebaliknya, bisa menguntungkan salah satu calon tertentu. Disisi lain kerawanan juga dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. “Potensi kerawanan itu ada pasti, namun kita pasti akan meminimalisir, bahkan harus ditiadakan,” ujar Hariadi kepada wartawan, Jumat (23/2).
Termasuk terkait kurangnya surat suara lantaran ada yang rusak, juga bisa kerawanan pada PSU. Namun yang lebih ditekankan adalah, kerawanan politik uang yang sangat menjadi atensi Bawaslu Nunukan dalam hal pencegahannya. Menghadapi itu, seluruh elemen terlibat dalam hal ini khususnya KPPS.
Sementara itu, pihaknya juga akan memastikan jika formulir C pemberitahuan kepada para pemilih, telah selesai didistribusikan. Dengan begitu seluruh pemilih yang memiliki hak suara di sejumlah TPS yang PSU, dapat menyalurkan hak pilihnya.
“Pada intinya tadi itu, kami akan meminimalisir potensi-potensi kerawanan yang mungkin saja terjadi saat pemungutan hingga perhitungan suara ulang. Imbauan sampai sosialisasi sudah kita berikan,” beber Hariadi.
Tidak hanya itu, pengawas TPS juga pastikan akan melakukan pengawasan secara detail selama pelaksanaan PSU, demi memastikan bahwa apa yang menjadi kerawanan tidak terjadi nantinya. (raw/lim)
Editor : Azwar Halim