Setidaknya ada dua bus yang akan melayani jalur dari terminal Bambangan Sebatik barat, ke terminal Sei Nyamuk Sebatik Timur sebaliknya. Dua bus tersebut akan beroperasi bersamaan di jam yang sama pula.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan, M. Amin mengaku, pihak PT Damri disebutkan telah mengirim dua armada busnya ke Sebatik. Itu berkaitan dengan akan dioperasikannya trayek antar kecamatan di Sebatik untuk dinikmati masyarakat pada Sabtu (20/1) besok.
“Informasinya PT Damri sudah kirim dua busnya dalam perjalanan ke Sebatik,” ujarnya Amin ketika diwawancarai, Kamis (18/1).
Amin menerangkan, kedua bus akan beroperasi di pukul 09.00 Wita dan pukul 13.00 Wita, dengan jalur terminal Bambangan Sebatik barat, ke terminal Sei Nyamuk Sebatik Timur sebaliknya. Keduanya berjalan bersamaan, namun bus unit 1 beroperasi dari terminal Sei Nyamuk, sementara bus unit 2 beroperasi dari terminal Bambangan.
Artinya, dijam yang sama, kedua bus beroperasi bersamaan dari masing-masing terminal yang saling berpapasan di jalan. “Kalau yang dari Bambangan berangkat jam 9 pagi, begitu juga yang dari Sei Nyamuk, saling bertukar saja, begitu juga ketika di jam 1 siangnya,” terang Amin.
Sementara untuk biaya operasional, bus damri akan memungut sebesar Rp 50 ribu, untuk sekali perjalanan. Bus sendiri, bisa mengangkut hingga 19 penumpang, armada bus yang dioperasikan, terminal mini bus.
Amin melanjutkan, persoalan bakal dioperasikannya bus PT Damri di Sebatik, diteruskan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltara ke Pemkab Nunukan, menimbang telah dikeluarkannya keputusan Kementerian Perhubungan.
Awalnya Amin pun mempertanyakan atas dasar apa bakal dioperasikannya bus tersebut. Setelah berkomunikasi dengan BPTD, terungkap usulan layanan bus PT Damri tersebut dari anggota DPRD RI Dapil Kaltara.
“Ternyata bukan tanpa alasan, ini terbilang permintaan dari masyarakat Sebatik juga, karena diusulkan oleh anggota DPRD RI Dapil Kaltara, artinya mereka menyerap aspirasi masyarakat yang disampaikan di pusat,” ungkap Amin.
Menghindari polemik dengan sopir travel di Sebatik, pihaknya akhirnya mensosialisasikan lewat rapat bersama atas bakal keberadaan bus PT Damri di Sebatik tersebut. Sosialisasi pun dilakukan di terminal Bambangan, melibatkan perwakilan sopir travel di Sebatik, BPTD Kaltara, PT Damri sendiri dan Dishub Provinsi juga Nunukan.
Hasilnya, semua pihak menyetujui beroperasinya bus PT. Damri tersebut, itu juga tidak terlepas dari asas manfaat yang nantinya bakal dirasakan warga Sebatik itu sendiri. Meski begitu, pengoperasian bus masih terbilang tahap awal. Jika diminati tidak menutup kemungkinan akan ditambahkan.
“Jadi masyarakat bisa pilih dua opsi, jika mau yang santai bisa gunakan bus damri, kalau buru-buru, kan bisa menggunakan mobil travel seperti biasa,” beber Amin. (raw/lim) Editor : Azwar Halim