Di sisi lain, Sebatik juga terbilang rawan tindak kriminalitas, karena wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Malaysia, tidak sedikit kejahatan lintas negara terjadi di wilayah tersebut.
Kepala Kejari Nunukan, Teguh Ananto mengaku, Kacabjari memang bakal segera dibangun di Sebatik. Hanya saja masih butuh waktu soal personel yang akan ditugaskan di sana nantinya, masih menunggu petunjuk dari Kejagung.
“Sebenarnya keputusannya sudah keluar, tinggal nanti dari kejaksaan agung yang menunjuk personelnya, mudah-mudahan tahun ini,” ujar Teguh ketika diwawancarai, Rabu (17/1).
Teguh menegaskan sejatinya Kacabjari di bangun, memang demi efisiensi waktu. Karena mulai dari kejahatan narkoba, penyelundupan barang terlarang dan terbatas (lartas), hingga kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) masih banyak ditemukan di Pulau Sebatik.
Sementara proses hukum terkendala dengan jarak, sehingga butuh waktu yang tidak sebentar dan tentu membutuhkan biaya transportasi yang tidak sedikit untuk sekedar bolak balik ke Sebatik.
Apalagi diakui Teguh, Kejari Nunukan sendiri tidak punya sarana transportasi seperti speedboat bahkan kendaraan mobil, dimana saat ini semua itu masih pinjam sewa.
“Jadi kalau sudah ada Kacabjari, maka permasalahan hukum yang ada di Sebatik itu akan cepat selesai tanpa kendala ruang dan waktu,” kata Teguh.
Nantinya keberadaan Kacabjari Sebatik akan sinkron dan memperkuat pengawasan di jalur rawan perbatasan, sekaligus menjadi back up bagi kinerja Pelabuhan Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik.
Tidak hanya itu, jaksa juga bakal menjalin sinergitas dengan seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) di perbatasan, untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak terlibat dalam kejahatan transnasional, khususnya narkoba, yang memang selalu menjadikan alur laut Sebatik, sebagai jalur sutra penyelundupan narkoba.
“Sebatik juga jadi sorotan karena perbatasan laut, darat dan udara, hampir semua kejahatan meliputi jalur jalur itu, jadi dengan adanya Kacabjari nantinya, tentu akan sangat membantu kinerja Kejari Nunukan lah,” beber Teguh. (raw/lim) Editor : Azwar Halim